Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari ke-4 IKN Dibuka, Kuota Terpenuhi, Bus Listrik Akan Ditambah

Kompas.com, 19 September 2024, 12:42 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Hari ke-4 Ibu Kota Nusantara (IKN) dibuka untuk masyarakat umum tetap berlangsung aman, lancar, dan tertib.

Sejak dibuka pada Senin (16/9/2024), hingga Kamis (19/9/2024) ini, kuota 300 orang per hari yang melakukan reservasi melalui aplikasi iKnow, terpenuhi.

Hal ini membuktikan masyarakat antusias menyaksikan secara langsung progres pembangunan IKN terutama dua destinasi yang bisa dikunjungi yakni Plaza Seremoni, dan Taman Kusuma Bangsa.

Baca juga: IKN Tetap Berlanjut meski Jokowi Lengser, Rp 9,11 Triliun Disiapkan

Direktur Data dan Kecerdasan Buatan Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Adhiguna Mahendra menuturkan, kendati sedikit lengang dibanding pra-pembukaan dan hari perdana pembukaan secara resmi, namun kuota pada hari ke-4 terpenuhi.

"Kedeputian THD bersama dengan Kedeputian Sarana dan Prasarana, Sosial Budaya, dan Pengendalian Pembangunan terus bertugas mendampingi dan melayani pengunjung untuk memastikan keamanan dan kenyamanan mereka," ujar Adhiguna kepada Kompas.com.

Tak hanya itu, lanjut Adhiguna, para pendamping atau liaison officer (LO) yang ditugaskan juga berperan sebagai pemandu.

Baca juga: Dua Destinasi yang Wajib Anda Kunjungi di IKN, Seperti Ini Pesonanya

Mereka menjelaskan secara komprehensif tiap detail dari dua destinasi tersebut. Bahkan, ketika ada pengunjung yang mengalami gangguan kesehatan, para pemandu ini dengan sigap melayani.

Untuk dapat mengakomodasi pengantaran dan penjemputan pengunjung, armada bus listrik akan ditambah. Sebelumnya hanya lima unit bus listrik.

"Kami tengah mengupayakan penambahan bus listrik ini ya, mengingat antusiasme pengunjung, terlebih mendekati akhir pekan," cetus Adhiguna.

Adhiguna mengimbau pengunjung untuk tetap berhati-hati, tidak berfoto atau berhenti di jalur trem otonom terpadu di Jalan Grande karena sedang dilakukan pengujian secara intensif.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara OIKN Troy Pantouw menambahkan, pengunjung yang masuk ke kawasan IKN melalui registrasi iKnow, masih sesuai kapasitas yang ditentukan.

Baca juga: Rekomendasi Penginapan Murah bagi Anda yang Ingin Berkunjung ke IKN

"Adapun untuk jalur kedinasan, diatur oleh OIKN dan juga Kementerian PUPR. Hal ini karena untuk kunjungan dinas bukan hanya di kawasan KIPP namun juga wilayah IKN lain sesuai dengan maksud dan tujuan kunjungan kedinasannya," papar Troy.

Lebih jauh dia memastikan, masyarakat umum yang berkunjung terpantau mengikuti tata tertib yang telah ditetapkan, seperti tidak merokok, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak merusak tanaman.

"Kami terus mengedukasi mereka ya. Evaluasi pun terus dilakukan tiap hari, dan ini belum genap seminggu," tuntas Troy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau