Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Petani dan Nelayan Dukung Keberlanjutan Pembangunan IKN

Mereka adalah petani dan nelayan, yang kini secara resmi menyatakan diri sebagai garda terdepan penyokong IKN.

Komitmen ini datang dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), sebuah organisasi dengan jutaan anggota, yang siap memastikan IKN bukan sekadar kota modern, tetapi juga kota yang mandiri secara pangan.

"KTNA dukung keberlanjutan pembangunan IKN, dan siap berada di garis terdepan," tegas Ketua KTNA Nasional, Yadi Sofyan Noor, dikutip Kompas.com, Senin (22/9/2025).

Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Mereka bahkan akan mengirim surat langsung ke kepala negara dengan satu pesan singkat: "Lanjutkan IKN".

Dari Lapangan ke Lapangan: Aksi di Jantung IKN

Dukungan KTNA diwujudkan dalam aksi konkret. Beberapa kegiatan yang mereka lakukan di kawasan IKN menunjukkan komitmen penuh terhadap konsep "kota hutan" yang diusung pemerintah.

KTNA meninjau Zona E Puspantara di Desa Sukomulyo, yang diproyeksikan sebagai taman buah. Langkah ini sejalan dengan target IKN untuk memiliki 10 persen kawasan produksi pangan berkelanjutan.

Sebanyak 10.000 ekor benih ikan papuyu, spesies endemik Kalimantan, ditebar di Embung MBH IKN.

Aksi ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung ketahanan pangan air di kawasan tersebut.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik dukungan ini. "Kami apresiasi sikap dukungan 36 juta anggota KTNA untuk masa depan Indonesia," katanya.

Dukungan masif ini menegaskan bahwa pembangunan IKN adalah upaya yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya dari sisi pemerintah.

Kota Pintar yang Digerakkan Petani dan Nelayan

Konsep IKN sebagai "forest city" dan "smart city" akan semakin kuat dengan kehadiran peran petani dan nelayan.

Mereka akan menjadi tulang punggung yang memastikan IKN tidak hanya megah secara infrastruktur, tetapi juga berkelanjutan dari segi pangan.

Apalagi, dengan target IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028 sesuai Perpres 79 Tahun 2025, ketersediaan pangan yang stabil dan mandiri akan menjadi hal yang sangat vital.

Dukungan KTNA menunjukkan bahwa IKN adalah proyek nasional yang inklusif, merangkul semua pihak, dari pengembang besar hingga masyarakat di tingkat akar rumput.

Ini adalah sebuah narasi baru, di mana pembangunan modern berjalan beriringan dengan kearifan lokal, menciptakan sebuah kota yang benar-benar berakar pada alam dan masyarakatnya.

https://ikn.kompas.com/read/2025/09/22/234500987/petani-dan-nelayan-dukung-keberlanjutan-pembangunan-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com