Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sinergi dengan PPU dan OIKN, Balikpapan Promosikan 10 Destinasi Wisata

Kompas.com - 20/06/2024, 13:52 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Dalam menyinergikan pembangunan pariwisata dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Pemerintah Kota Balikpapan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Di antaranya adalah menyiapkan travel pattern atau pola perjalanan, jalur perjalanan yang dilalui, atraksi, akomodasi, amenitas, dan aksesibilitas, serta destinas-destinasi pariwisata.

Untuk itu, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan terus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan DPOP Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Otorita IKN.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan Ratih Kusuma mengungkapkan, perkembangan pariwisata pasca pembangunan IKN memang demikian pesat.

Baca juga: Lahan Masih Proses Pembebasan, Proyek Jalan Bebas Hambatan IKN 6A dan 6B Molor

Menurutnya, banyak wisatawan dan tamu-tamu yang datang ke Balikpapan untuk melakukan kegiatan meeting, incentives, convention, and exhibition (MICE).

"Mereka juga rata-rata ingin melihat IKN. Namun, mereka memiliki waktu yang sangat singkat. sehingga dengan adanya pilihan melalui jalur laut ini, mereka bisa memaksimalkan ke IKN," ujar Ratih, di Balikpapan, Kamis (20/6/2024).

Pariwisata yang akan dikembangkan dan dioptimalisasi mencakup destinasi wisata bahari, edukasi, dan destinasi wisata alam.  

Ratih memerinci, ada 10 destinasi pariwisata unggulan yang akan dikembangkan yakni Pantai Manggar, Pantai Lamaru, Pantai Kilang Mandiri, Pantai Tanjung Bayur di Teritip, dan Kapal Pinisi untuk wisata bahari.

Kemudian wisata alam yakni Mangrove Margomulyo, Kebun Raya Balikpapan, dan Forest City Pasar Tumpah Pringgodani.

Baca juga: Tak Hanya Jalan Tol, Ke IKN Bisa Lewat Laut Pakai Kapal Pinisi

Selanjutnya, Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup Beruang Madu, dan Kawasan Wisata Edukasi Kebun Kangkung Sumber Bejo.

"Itu yang akan kami promosikan selain wisata buatan yang ada di Kota Balikpapan," imbuh Ratih. 

Khusus untuk wisata bahari terkait dioperasikannya Kapal Pinisi, konsepnya akan sama dengan Mahligai Pinisi yang sudah beroperasi sejak 2022. 

Kapal Pinisi ini dilengkapi dengan restoran, musik, dan atraksi, sehingga wisatawan bisa menikmati perjalanan berlayar menyusuri Teluk Balikpapan.

"Tentunya kapal harus dilengkapi dengan tourguide yang akan menjelaskan apa yang mereka lalui," cetus Ratih.

Sementara untuk jalurnya, akan dilakukan survei terlebih dahulu karena ada beberapa dermaga maupun kawasan-kawasan yang dilalui, sehingga dari survei tersebut dapat ditentukan Kapal Pinisi akan bersandar di mana saja.

Baca juga: Kantor Satelit BIN di IKN Bakal Telan Rp 706,4 Miliar, Ini Desainnya

Selain itu, Pemerintah Kota Balikpapan secara reguler akan menggelar atraksi kearifan budaya lokal setiap bulan, seperti yang telah dilakukan di Manggar dengan tajuk Pesona Balikpapan.

Dari promosi pariwisata ini Ratih berharap jumlah kunjungan ke Kota Balikpapan meningkat sesuai target yang ditetapkan untuk tahun 2024 ini yakni sebanyak 2,5 juta orang.

Dia optimistis angka itu dapat tercapai, hal ini mengingat per Juni 2024 saja, jumlah kunjungan wisatawan meningkat 42 persen menjadi 1,05 juta orang dibanding periode yang sama tahun lalu.

Adapun lamanya turis menginap atau length of stay ditargetkan dua hari dari sebelumnya hanya 1,5 hari.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com