Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Skenario Pemenuhan Pasokan Listrik Jelang HUT Ke-79 RI di IKN

Kompas.com - 21/06/2024, 13:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan sebagai venue pelaksanaan upcara HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) secara transisional bersama Jakarta, pada 17 Agustus 2024 nanti.

Dalam memenuhi kebutuhan kecukupan energi, telah disiapkan sejumlah skenario ketenagalistrikan dengan pasokan daya maksimal.

PT PLN (Persero) tercatat telah membangun infrastruktur ketenagalistrikan di IKN dengan konsep green, smart and beautiful, dengan pelaksanaan pekerjaan dibagi dalam 3 stream.

Progres Stream 1 yaitu pekerjaan pembangunan transmisi dan gardu induk yang secara umum progresnya sampai dengan saat ini tuntas 100 persen.

Baca juga: Jelang HUT RI di IKN, Hotel Fully Booked dan Sudah Dibayar Penuh

Kemudian Stream 2, yaitu pekerjaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah selesai 100 persen untuk kapasitas 10 MegaWatt (MW) dan telah beroperasi sejak sejak 29 Februari 2024.

Pembangunan PLTS kapasitas 40 MW tahap kedua dalam proses konstruksi dan target COD pada 22 November 2024.

Selanjutnya, Stream 3, yaitu pekerjaan pembangunan jaringan distribusi tenaga listrik. Progresnya sampai dengan saat ini mencapai 48,45 persen.

Selain itu, PLN juga memastikan dukungan operasional PLTS 10 MW dengan 2 Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 Kilo Volt (KV), 2x60 MegaVolt Ampere (MVA) dan Gardu Induk (GI) Mobile 2x30 MVA.

Kemudian Jaringan Transmisi 26,03 Kilometer-Route (kmr), Jaringan Distribusi 20,24 Kilo Meter Sirkuit (kms) dan 9 Gardu Hubung, serta Gardu Distribusi.

Baca juga: Pengelola Jalan Tol IKN Bakal Dilelang

Untuk mengamankan keandalan ketenagalistrikan, PLN juga menerapkan skenario sistem persiapan cadangan berlapis, yaitu pasokan penyulang dari gardu induk berbeda yaitu GIS-4 dan GI Mobile Gersik, Uninterruptible Power Supply, dan Genset Emergency.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati menjelaskan, pasokan ketenagalistrikan tersebut masuk dalam pembangunan infrastruktur Batch 1 yang saat ini telah menunjukkan kemajuan 84 persen.

Selain energi listrik, dibangun juga berbagai fasilitas lainnya secara paralel seperti kompleks kantor pemerintahan dan perumahan, jaringan jalan, sistem air, dan telekomunikasi yang dikumpulkan dalam satu tempat bernama Multi Utility Tunnel (MUT) dalam tiga kompartemen.

Menurut Thomas, persiapan ini mengharuskan kolaborasi yang kuat antara Otorita IKN, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait.

Baca juga: Kawasan Pemerintahan IKN Tersambung Jaringan Air pada 30 Juni 2024

"Sinergi dari berbagai sektor diharapkan mampu menciptakan solusi yang holistik dan berkelanjutan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan di IKN," sebut Thomas menemani Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang meninjau IKN, Kamis (20/6/2024).

Tinjauan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, riset dan inovasi, serta industri, dengan tujuan untuk memastikan persiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung di IKN.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com