Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Dimulai, Otorita dan BPS Sensus Seluruh Penduduk IKN

Kompas.com, 19 Juni 2025, 17:46 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan memasuki babak baru yang krusial.

Pada Kamis (19/06/2025), Otorita IKN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi memulai pelatihan petugas Pendataan Penduduk IKN melalui kegiatan Kick Off yang digelar di Gedung Serba Guna, Kantor Kemenko 3, IKN.

Langkah ini menandai dimulainya upaya besar untuk mengumpulkan data dasar populasi di wilayah delineasi IKN, sebagai fondasi bagi seluruh perencanaan kebijakan pemerintah.

Baca juga: Penduduk IKN Mulai Didata, Ada 55 Desa di 8 Kecamatan

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya akurasi dan integritas dalam proses pendataan ini.

"Kita belum punya data dasar di wilayah delineasi IKN. Sekarang kita akan mendata semua penduduk, bukan mengambil sampel. Ini adalah data dasar betul," tegas Basuki.

Ia mengingatkan para petugas untuk bekerja dengan penuh semangat dan integritas, serta menjauhi segala bentuk persepsi atau asumsi.

"Tidak menggunakan persepsi apalagi interpolasi, ekstrapolasi. Semua data harus dicatat apa adanya. Jika datanya keliru, maka kebijakannya akan keliru," ujarnya.

Baca juga: Penduduk IKN Hasilkan Sampah 250 Ton Per Hari, Ini Penanganannya

Sebanyak 802 peserta mengikuti pelatihan ini, berasal dari wilayah sekitar IKN, termasuk mahasiswa, pegawai BPS Provinsi Kalimantan Timur, BPS Kabupaten Penajam Paser Utara, dan BPS Kutai Kartanegara.

Pelatihan dibagi dalam dua gelombang, memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman yang seragam.

Akar Sejarah Penting IKN

Kepala BPS Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan urgensi kegiatan ini dalam mendukung arah pembangunan IKN yang berbasis data dan fakta lapangan.

"Ini adalah data dasar pertama yang akan mencakup populasi penduduk dan karakteristik demografi warga di wilayah delineasi IKN. Maka ini akan menjadi akar bagi sejarah penting Ibu Kota Nusantara," tutur Amalia.

Baca juga: Ada Proyek Jumbo IKN dan RDMP, Penduduk Balikpapan Diproyeksikan 856.000 Jiwa

Amalia juga berpesan kepada para petugas untuk menjaga akurasi, objektivitas, dan konsistensi selama proses wawancara atau observasi di lapangan.

"Kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh, utamakan kualitas data, bukan hanya kecepatan, tetapi pastikan bahwa data yang dikumpulkan adalah data yang akurat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur Yusniar Juliana menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali petugas dengan standar pemahaman yang seragam mengenai standar operasional prosedur (SOP), konsep dan definisi, serta tata cara pengisian instrumen, demi menjamin pengumpulan data yang akurat dan seragam.

Baca juga: Penduduk IKN 200.000 Jiwa, Calon Pengantin Perlu Di-Screening

Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin melontarkan visi jangka panjang terkait sistem kependudukan di IKN.

"Setelah data dasar atau primer terpenuhi, khususnya kependudukan, maka ke depan kita harus punya tool untuk update kependudukan yang real time, baik data kelahiran, kematian, maupun mutasi penduduk," ujar Alimuddin.

Ia menambahkan bahwa sistem semacam ini sangat penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang modern, responsif, dan berbasis data aktual di IKN.

Langkah ini menunjukkan komitmen Otorita IKN untuk membangun sebuah kota cerdas yang tidak hanya mengandalkan infrastruktur fisik, tetapi juga sistem data yang kuat dan mutakhir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau