Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rumah Jabatan Menteri, Serba Canggih dengan Teknologi "Smart Home"

Kompas.com, 2 Februari 2024, 07:32 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Teknologi smart home atau rumah pintar, adalah salah satu fitur paling menonjol yang ada di Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM), Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Dari pantauan Kompas.com secara eksklusif Kamis (1/2/2024), teknologi smart home ini tidak sebatas pada instalasi kamera pengintai alias closed circuit television (CCTV), melainkan juga keseluruhan aktivitas yang memudahkan kehidupan penghuninya.

Deputy Project Manager PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk proyek RTJM Totok Indarto menjelaskan, teknologi smart home ini terintegrasi dengan smartphone atau gawai pintar melalui sistem berbasis aplikasi.

Baca juga: Dekat IKN, Kawasan Industri dan Properti Rp 842,38 Miliar Ini Menanti Investor

"Pada aplikasi ini terdapat fitur-fitur yang terkait dengan aktivitas domestik (rumah tangga), seperti menghidupkan lampu, menutup dan membuka gorden, menyalakan televisi, mengatur suhu udara, dan mengunci pintu (door lock system) secara one touch button," papar Totok.

Selain itu, di setiap ruangan terdapat panic button yang terkoneksi langsung dengan command center untuk menjaga dan memastikan keamanan, dan keselamatan penghuni.

Hingga saat ini, progres pembangunan RTJM telah menyentuh angka 85 persen atau mengalami deviasi positif dari jadwal yang ditetapkan dalam perjanjian kontrak pelaksanaan konstruksi.

Smart home panel dan punic button yang merepresentasikan kecanggihan teknologi pada Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) di Ibu Kota Nusantara (IKN).KOMPAS.com/Hilda B Alexander Smart home panel dan punic button yang merepresentasikan kecanggihan teknologi pada Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sehingga diharapkan, sebelum 8 Juni 2024, seluruh dari total jumlah 36 unit RTJM dapat tuntas dikerjakan dan mulai dihuni oleh para menteri.

RTJM dirancang dengan konsep yang mengusung dua langgam arsitektur; modern kontemporer dan modern klasik. 

Dibangun sebanyak 36 unit dengan 34 unit di antaranya saat ini sedang proses pekerjaan struktur paralel dengan pekerjaan mechanical, electrical, dan plumbing (MEP). Sementara dua unit rumah sudah dalam tahap pekerjaan interior dan lanskap.

Baca juga: Groundbreaking Kelima IKN Masih Tunggu Jadwal Presiden

Per unit RTJM memiliki luas bangunan 736 meter yang mencakup total 8 kamar tidur, dan lima kamar mandi serta ruang pertemuan, ruang kerja, ruang keluarga, dapur, garasi, ruang panel utilitas, EV charging unit, dan outdoor barbeque facility.

Pembangunan RTJM didesain dapat merespons kondisi topografi berkontur. Terdiri dari dua tipe rumah yang mengikuti kontur lahan, yaitu tipe upslope dan downslope.

Untuk tipe downslope yang dibangun sebanyak 11 unit, diperuntukkan bagi hunian yang berada di lereng bukit sehingga elevasi belakang rumah lebih rendah daripada elevasi jalan.

Selain mengikuti kontur lahan sehingga meminimalisasi cut and fill, RTJM/Pejabat Negara dirancang untuk responsif terhadap iklim dan bencana.

Master bedroom atau kamar tidier utama di Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/Hilda B Alexander Master bedroom atau kamar tidier utama di Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) Ibu Kota Nusantara (IKN)
Penataan jalur bagi pedestrian di sekitar lokasi pembangunan juga dilakukan supaya kondisi lingkungan tetap terjaga dan nyaman untuk dihuni.

Energi bersih

Selain itu, untuk mewujudkan IKN sebagai kota hijau dan pintar (green smart city), Kementerian PUPR juga memasang panel surya sehingga memaksimalkan pemanfaatan energi listrik di unit hunian.

"Solar panel di unit-unit RTJM ini dapat menghasilkan energi listrik sekitar 6.600 watt," cetus Totok.

Baca juga: Ada IKN, Pengembang Kakap Nasional Incar Rp 600 Miliar Penjualan Rumah

Demikian halnya dengan keberadaa pohon-pohon di sekitar lokasi konstruksi tidak ditebang, sekaligus terus dilakukan penanaman pohon baru agar lingkungan tetap hijau dan asri.

Untuk diketahui, pembangunan 36 unit RTJM menempati area di kawasan Persil 104 dengan lahan seluas 10,6 hektar, dan Persil 105 dengan lahan seluas 9,1 hektar.

Rinciannya, sebanyak 24 unit rumah di Persil 104, dan sisanya 12 unit rumah di Persil 105.

Seluruhnya juga dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas (PSU), meubellair, fasilitas umum, fasilitas sosial, serta sistem Smart Design Building dengan akses 100 persen terhadap internet nirkabel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau