Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Papua Barat Akan Bangun Kantor Penghubung IKN di Balikpapan

Kompas.com, 5 April 2024, 09:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

SAMARINDA, KOMPAS.com - Penjabat Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik menawari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat untuk membangun kantor penghubung dan rumah tinggal staf di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kawasan-kawasan penyangga dimaksud adalah Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)

Tawaran tersebut disampaikan Akmal langsung kepada Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere saat melakukan kunjungan kerja ke Samarinda, Kamis (4/4/2024).

Dilansir dari Antara, Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham membawa rombongan berjumlah 25 orang.

Baca juga: Ini Dampak Kehadiran Kereta Cepat Brunei-IKN

Akmal menyarankan Pemprov Papua Barat untuk memilih lokasi yang sudah pasti saja. Sebab meski Otorita IKN sudah mengakomodasi rencana kawasan bagi kantor penghubung bagi seluruh provinsi di Indonesia, termasuk perwakilan negara-negara sahabat, namun hingga saat ini belum diputuskan lokasinya.

“Saran saya yang pasti-pasti saja. Bisa di Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara atau Kutai Kartanegara,” ucap Akmal mempromosikan kawasan penyangga yang berada di Kaltim.

Akmal menjelaskan, progres pembangunan IKN terus dikebut oleh Pemerintah Pusat dan faktanya telah membawa dampak sangat positif bagi masyarakat Kaltim.

"Pembangunan IKN telah mendongkrak kami, terutama infrastruktur. Pertumbuhan ekonomi Kaltim sekarang bahkan sudah mencapai 6,22 persen,” sambung Akmal.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu mengungkapkan, Papua Barat merupakan provinsi pertama yang secara khusus datang ke Kaltim untuk mencari lahan bagi kantor penghubung mereka.

Baca juga: SMF Siap Bantu Lancarkan Proyek Rusun ASN di IKN

“Kami sangat senang kalau bapak ingin membangun di kawasan penyangga. Sisi infrastruktur, penyangga pasti kuat. Sudah tidak ada persoalan. Tapi terserah Pak Pj mau dimana. Kita mendukung kalau teman-teman Papua Barat akan segera membangun,” tegas Akmal.

Akmal berharap Papua Barat membangun kantor penghubung di luar IKN dengan tujuan untuk mendorong daerah penyangga ikut bertumbuh.

Pilih Balikpapan

Sementara itu, Pj Gubernur Papua Barat All Baham Temongmere menjelaskan dua agenda mereka datang ke Kaltim.

Pertama untuk mencari lokasi yang tepat bagi pembangunan kantor penghubung plus rumah tinggal staf dan kedua melakukan kunjungan ke Kota Bontang untuk melihat pabrik PT Pupuk Kaltim.

Baca juga: Otorita IKN Sambut Baik Pembangunan Kereta Cepat Trans-Borneo

"Kami ingin punya guest house. Kemungkinan besar di Balikpapan, karena paling dekat ke mana-mana. Ini harus segera kami lakukan. Jangan sampai kita terlambat, jangan kalah cepat dengan pengusaha," canda Ali Baham yang juga menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat itu.

Di sisi lain, Ali Baham mengaku sangat terkesan saat berada di Kota Bontang, sehari sebelumnya.

Menurutnya, Kota Taman cukup sejuk dan nyaman, meski ada industri besar beroperasi di sana.

Dia bahkan masih menemukan rumah kaki seribu (rumah dengan tiang kayu yang banyak di bawahnya), sama persis dengan rumah-rumah yang ada di Papua Barat.

"Kami mohon dukungan karena Pupuk Kaltim akan ke Papua Barat. Kami berharap Bontang bisa dibawa ke Fakfak," harap Ali Baham.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau