Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pilkada di Penyangga IKN, Polda Kaltim "All Out" Siapkan 5.240 Personel

Kompas.com, 31 Mei 2024, 12:08 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di wilayah-wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), akan berlangsung pada November 2024.

Guna mendukung kelancaran perhelatan demokrasi lima tahunan itu, Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim menyiapkan sebanyak 5.240 personel dalam Operasi Mantap Praja Mahakam 2024.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Artanto memerinci, personil terdiri dari 1.234 personel Polda Kaltim, kemudian satuan tugas (satgas) dari Polres jajaran sebanyak 4.006 personel.

Baca juga: Terus Dikebut, Jalan Tol IKN Segmen 5A Siap Digunakan Sambut HUT RI

"Operasi Mantap Praja Mahakam ini juga digelar pada Pilkada 2020 lalu," ujar Artanto, Jumat (31/5/2024).

Artanto menjelaskan, operasi tersebut melibatkan satgas Prefentif, satgas Kanseltiblantas, satgas Gakum, satgas Tindak, satgas Humas serta satgas BanOps.

Satgas-satgas ini berperan menjamin keamanan dalam penyelenggaraan Pilkada 2024 di Kaltim.

"Jadi kami menjamin terselenggaranya Pilkada berjalan dengan baik. Kami akan all out melaksanakan giat pengamanan ini demi suksesnya Pilkada 2024," tegas Artanto.

Operasi serupa sudah pernah dilaksanakan oleh Polda Kaltim, seperti operasi Mantap Brata pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) beberapa bulan yang lalu.

Baca juga: IKN Dongkrak Penjualan Apartemen Balikpapan Superblock 83,8 Persen

"Satgas yang lalu kami lakukan evaluasi, dan tentunya dalam operasi ini akan kami lakukan lebih baik lagi," imbuhnya.

Sementara itu, untuk daerah rawan dalam Pilkada 2024, Polda Kaltim masih melakukan penelitian yang hasilnya akan disampaikan lebih lanjut.

Kerawanan yang terjadi pada Pilkada adalah konflik horizontal, sebab para pasangan calon pemimpin daerah bersentuhan langsung dengan daerah dan masyarakat.

"Maka, yang jadi atensi kami itu adalah konflik horizontal antar paslon," jelasnya.

Operasi Mantap Praja Mahakam 2024 ini akan berlangsung dalam waktu dekat yang ditandai dengan gelar pasukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau