Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baru 3 Hari Otorita IKN Dipimpin Basuki, Kerja Makin "Ngerock n Roll"

Kompas.com, 6 Juni 2024, 17:09 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Basuki Hadimuljono dan Raja Juli Antoni baru tiga hari menempati posisi sebagai plt Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pasca mundurnya duet Bambang Susantono dan Dhony Rajahoe.

Kendati belum seumur jagung, namun optimisme dan semangat tinggi disuarakan para deputi yang menjadi bawahan Basuki dan Raja Juli.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono, misalnya. Dia dengan semangat menggebu melontarkan optimismenya.

Baca juga: Dua Hari, Jokowi Menginap di Rumah Menteri di IKN

Selain itu, Agung memastikan OIKN akan terus menggenjot investasi dengan optimisme tinggi meski bos OIKN sekarang sudah berganti.

Agung mengatakan, dengan Basuki Hadimuljono dan Raja Juli Antoni ditunjuk sebagai Plt Kepala dan Wakil Kepala OIKN, seluruh tim akan bekerja semakin gesit.

"Makin rock and roll, tancap terus," cetusnya kepada Kompas.com.

Agung mengakui, koordinasi dan komunikasi menjadi lebih mudah dengan dipimpin oleh keduanya.

Hal senada dikatakan Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Mohammed Ali Berawi.

Menurut Ale, sapaan akrabnya, pembangunan IKN untuk menjadi ibu kota yang hijau, cerdas, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan harus tetap terwujud.

"Demi menyongsong Indonesia Emas 2045, dukungan akan terus diberikan termasuk kepada pelaksana tugas pimpinan OIKN untuk mewujudkan ibu kota negara, simbol peradaban Indonesia maju ini," tegas Ale.

Baca juga: Jadi Plt Kepala OIKN, Basuki Harap Pejabat Definitif Cepat Terpilih

"Kami bekerja untuk bangsa dan negara," imbuhnya.

Adapun hingga saat ini, realisasi investasi yang masuk ke IKN mencapai Rp 51,35 triliun. Penambahan terjadi pada dua hari groundbreaking tanggal 4-5 Juni 2024.

Sementara di bidang penerapan teknologi, akan dilakukan perakitan taksi terbang atau sky tax pada tanggal 10 Juni 2024, setelah unboxing.

Adapun uji coba taksi terbang rencananya dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2024.

Sebelumnya diberitakan, pengunduran diri Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo telah menerima surat pengunduran diri dari Dhony, disusul oleh surat pengunduran diri Bambang.

"Beberapa waktu lalu Pak Presiden menerima surat pengunduran diri dari Wakil Kepala Otorita IKN, Pak Dhony Rahajoe. Kemudian beberapa waktu berikutnya Pak Presiden juga menerima surat pengunduran diri dari Pak Bambang Susantono," kata Pratikno dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/6/2024).

Baca juga: Gapensi Dorong Pemerintah Berdayakan Kontraktor Lokal Bangun IKN

Pratikno menyebutkan, Jokowi pun telah meneken keputusan presiden terkait pemberhentian Bambang dan Dhony sebagai kepala dan wakil kepala Otorita IKN.

"Pada hari ini telah terbit Keputusan Presiden (Keppres) Tentang Pemberhentian Pak Bambang Susantono sebagai Kepala Otorita IKN dan Pak Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala Otorita IKN. Disertai dengan ucapan terimakasih atas pengabdian beliau berdua," ujar Pratikno.

Bambang dan Dhony dilantik oleh Jokowi sebagai kepala dan wakil kepala Otorita IKN periode 2022-2027 pada 10 Maret 2022.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau