Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Jokowi dan FIFA Bakal Resmikan Asrama-TC Timnas PSSI di IKN

Kompas.com, 2 Oktober 2024, 07:02 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Federation Internationale de Football Association (FIFA) Gianni Infantino dijadwalkan meresmikan Pusat Pelatihan atau Training Center (TC) Timnas PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN) pertengahan Oktober 2024.

Salah satu bagian dari TC Timnas PSSI yang terus dikebut pembangunannya adalah asrama atau dormitori.

Dormitori ini akan dimanfaatkan sebagai tempat tinggal bagi para pemain Timnas selama mengikuti pemusatan pelatihan di IKN.

Pembangunan dormitori Timnas PSSI merupakan salah satu bagian penting dalam pemusatan pelatihan.

Baca juga: Proyek Tol Bawah Laut IKN Dilirik Korea

Dormitori ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, dormitori dengan dukungan pembiayaan FIFA, yang mencakup dua tower.

Kedua dormitori yang dibangun oleh Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Letak dormitori ini bersebelahan satu sama lain. Keduanya terus dipersolek dan diselaraskan mengikuti desain Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR.

Dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).Dok. Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, Kementerian PUPR terus berupaya membangun dormitori pemain Timnas dengan menggunakan teknologi konstruksi terbaru.

"Kami mengimplementasikan teknologi modular volumetric dalam pembangunan dormitori pemain Timnas PSSI di IKN. Pembangunannya dilaksanakan oleh PT Adhi Karya dan APG," ujar Iwan dikutip dari laman Ditjen Perumahan, Selasa (1/10/2024).

Dormitori yang dibangun Kementerian PUPR dibangun setinggi dua lantai. 

Baca juga: Aplikasi IKN iKnow Telah Diunduh 47.000 Orang

Total kamar yang tersedia sebanyak 41 unit yang berisi sekitar 69 tempat tidur baik untuk pemain, official, hingga pelatih.

Di dalam masing-masing unit sudah tersedia meubelair seperti tempat tidur, kasur dan bantal lemari pakaian serta kamar mandi.

Isi ruangan dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).Dok. Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Isi ruangan dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Setelah memastikan tiket ke Piala Asia U-20 2025 di China, Timnas Indonesia U-20 bakal menjalani latihan di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur," ungkap Iwan.

Pelatih Timnas Indonesia U-20 Indra Sjafri dan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi memastikan Dony Tri Pamungkas dan kawan-kawan bakal menjalani latihan di tempat baru yang rencananya menjadi markas Skuad Garuda pada masa depan.

Baca juga: Rusun ASN Skema KPBU di IKN Groundbreaking 2025, Diikuti 3 Perusahaan

"Nantinya Timnas Indonesia U-20 yang telah memastikan tiket ke Piala Asia U-20 2025 di China akan menggunakan dormitory yang dibangun Kementerian PUPR. Mungkin juga para Timnas Legend Indonesia juga bisa hadir dan melihat Pusat Pelatihan PSSI ini," terangnya.

Sabet Rekor Muri

Pembangunan Pusat Pelatihan Timnas Sepak Bola di IKN berhasil mencetak Rekor Museum Dunia-Indonesia (Muri).

Isi ruangan dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).Dok. Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Isi ruangan dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal itu dikarenakan Kementerian PUPR menggunakan sistem modular dalam pembangunan dormitori.

Iwan menjelaskan, Rekor Muri ini menunjukkan bahwa tenaga kerja di sektor konstruksi Indonesia mampu membangun infrastruktur yang berkualitas dan diakui.

Baca juga: Para Naga dan Konglomerat di Ibu Kota Nusantara

Selain itu, adanya Pusat Pelatihan Timnas di IKN juga membuka kesempatan untuk membangun sesuatu dengan teknologi inovasi diakui dan manfaatnya bukan hanya nasional tapi juga mampu menggemakan bangsa Indonesia ke dunia internasional.

"Rekor Muri ini adalah yang pertama di Indonesia. Kami ucapkan selamat buat PT Adhi Karya dan APG serta jajaran Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Kalimantan II dan Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Ibu Kota Nusantara dan diharapkan terus bersemangat dan berinovasi dalam membangun IKN," tuturnya.

Isi ruangan dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).Dok. Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Isi ruangan dormitory atau asrama pemain Timnas PSSI di Pusat Latihan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Senior Customer Relation Manager Muri Andre Purwandono mengungkapkan, suatu kehormatan MURI kembali hadir di IKN guna mencatatkan berbagai Rekor dalam pembangunan infrastruktur.

Namun demikian, Rekor Murikali ini sangat spesial karena Rekor yang dicatat adalah Rekor abadi, karena merupakan kategori yang pertama yang otomatis tidak bisa dipecahkan oleh pihak manapun.

"Rekor Muri kali ini adalah Pembangunan Pusat Pelatihan Pertama Dengan Sistem Modular. Kami harap dengan kegiatan ini semua pihak saling bersinergi dan mendukung kemajuan sepak bola Indonesia dan PSSI terus maju di masa mendatang serta Timnas Sepak Bola bisa melaju ke Piala Dunia dan meraih prestasi juara di Kompetisi Internasional," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau