Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan fasilitas sisi darat Bandara Internasional Nusantara terus dikejar penyelesaiannya agar bisa digunakan untuk mendukung mobilitas udara di Ibu Kota Nusantara (ILN).
Hingga akhir November 2024, progres pembangunan fisik fasilitas sisi darat bandara dengan kode ICAO, WALK, telah menembus angka 91,94 persen.
EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Adjib El Hakim mengungkapkan hal itu secara eksklusif kepada Kompas.com, Kamis (5/12/2024).
Baca juga: Desember 2024, Bandara IKN Bisa Didarati Pesawat Berbadan Lebar
Kendati demikian, tak selalu situasi di lapangan berjalan mulus. Hutama Karya masih menghadapi tantangan, terutana pengaturan mobilisasi material konstruksi.
"Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan berkolaborasi aktif dengan sejumlah stakeholder dan owner proyek lainnya agar proses mobilisasi material dapat berjalan teratur sesuai target waktu yang ditetapkan. Di luar itu, belum terdapat kendala berarti dalam pengerjaan proyek-proyek di IKN," ungkap Adjib.
Bandara Internasional Nusantara sebelumnya bernama Bandara Very Very Important Person (VVIP) atau Naratetama.
Penamaan Bandara VVIP IKN sebelumnya diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Bandar Udara Very Very Important Person untuk Mendukung Ibu Kota Nusantara.
Tertulis dalam Pasal 2 Perpres tersebut, Bandara VVIP merupakan bandar udara khusus yang digunakan untuk melayani kepentingan kegiatan pemerintahan di IKN. Karenanya, Perpres tersebut tentu bakal direvisi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang