Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, mencatat pertumbuhan signifikan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang berlangsung dari 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.
Pertumbuhan tersebut mencakup semua matriks kinerja, baik dari jumlah penumpang, frekuensi penerbangan, maupun kargo.
Baca juga: Bandara SAMS Sepinggan Kembali Jadi Bandara Sehat 2024
Selama periode Nataru, jumlah penumpang mengalami peningkatan sebanyak 27 persen, mencapai 329.455 orang.
Di sisi lain, frekuensi penerbangan juga tumbuh sekitar 15 persen, dengan total 2.756 penerbangan.
Pertumbuhan kargo tercatat sebesar 19 persen, mencapai 3.225.868 kilogram.
Berdasarkan data yang tersedia, tujuan favorit penumpang selama periode ini adalah Jakarta, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, dengan jumlah penumpang mencapai 122.511 orang.
Diikuti oleh Bandara Internasional Djuanda Surabaya dengan 83.290 penumpang, dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan 48.783 penumpang.
Selama periode ini, sejumlah maskapai juga menambah penerbangan ekstra, dengan rincian sebagai berikut: 31 penerbangan ekstra, Wings Air sebanyak 16 penerbangan, Super Air Jet 1 penerbangan, Citilink 12 penerbangan, dan Garuda Indonesia 2 penerbangan.
Baca juga: Januari-September 2024, Bandara SAMS Sepinggan Layani 4 Juta Penumpang
Puncak arus mudik terjadi pada 22 Desember 2024 dengan 20.926 penumpang, sedangkan puncak arus balik terjadi pada 3 Januari 2025 dengan jumlah penumpang mencapai 18.843 orang.
CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia, Handy Heryudhitiawan, mengungkapkan pertumbuhan yang signifikan ini dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya adalah diskon tarif pesawat sebesar 10 persen.
"Harga tiket diskon cukup berpengaruh terhadap perkiraan jumlah penumpang, ini cukup tinggi. Namun demikian, pertumbuhan ini tidak sebesar yang kami perkirakan," ungkap Handy, Senin (6/1/2025).
Handy juga menambahkan bahwa selama momen libur Nataru, tidak ada kejadian menonjol yang terjadi, dan semua situasi dapat diatasi dengan baik.
Jika pun ada 4 penerbangan yang dialihkan (divert), hal itu dilakukan semata-mata demi keselamatan penumpang.
Secara keseluruhan, pertumbuhan juga terlihat dalam seluruh matriks kinerja tahun 2024.
Jumlah penumpang meningkat 9 persen, menjadi 5.551.608 orang, dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 5.102.038 penumpang.
Jumlah pesawat yang beroperasi juga meningkat sebesar 6 persen, menjadi 51.104 pesawat, dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 48.909 pergerakan take off dan landing.
Baca juga: Sabu 2 Kg Diamankan di Balikpapan, Kurir Masuk via Bandara SAMS
Rute favorit juga tidak berubah, dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng tetap menduduki peringkat pertama dengan 1.788.893 penumpang, diikuti Bandara Internasional Djuanda Surabaya dengan 935.984 penumpang, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan 581.529 penumpang.
Meskipun sektor penerbangan belum sepenuhnya pulih, Handy tetap optimis bahwa proyeksi untuk tahun 2025 akan mencatat pertumbuhan yang positif.
"Kami menargetkan Bandara SAMS Sepinggan dapat melayani 5,8 juta hingga 5,9 juta penumpang masuk dan keluar," tutup Handy.
Dengan berbagai faktor yang mendukung, perkembangan positif ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang, memberikan dampak positif bagi industri penerbangan di Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang