Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siapa Bilang Pembangunan IKN Mandek? Investasi Swasta Tembus 89,14 Persen

Kompas.com, 28 Maret 2025, 08:23 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS. com - Di tengah sangsi dan pesimisme publik, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus melanjutkan pembangunan fisik ibu kota baru ini. 

Tak hanya pembangunan infrastruktur sektor investasi yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), juga sektor investasi swasta. 

Kepada Kompas.com, secara eksklusif Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN Danis Hidayat Sumadilaga menuturkan, perkembangan terbaru konstruksi fisik proyek-proyek investasi swasta non-APBN telah mencapai 89,14 persen. 

Baca juga: Di Manakah Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono Tinggal?

"Pembangunan proyek swasta menunjukkan progres yang positif, terutama dalam hal investasi swasta. Sebanyak 16 paket proyek non-APBN yang dikerjakan oleh pihak swasta rata-rata telah mencapai progres 89,14 persen, " ungkap Danis.

Menurut Danis, hal ini menunjukkan komitmen dan keseriusan para investor dalam mendukung pembangunan IKN.

Salah satu faktor penting dalam kelancaran pembangunan IKN adalah ketersediaan material konstruksi.

Sejauh ini, pasokan material konstruksi masih dalam kondisi aman. Para kontraktor pelaksana juga memastikan bahwa material yang digunakan berasal dari vendor yang memiliki izin resmi dan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Sektor Investasi APBN

Kemajuan juga ditunjukkan pembangunan sektor investasi APBN Tahap I dan Tahap II IKN. 

Danis menjelaskan, pembangunan IKN dibagi menjadi dua tahap utama. Tahap I (2022-2024) secara keseluruhan telah mencapai progres 74,3 persen.

Rinciannya adalah Batch I sekitar 98,4 persen, Batch II senesar 81,9 persen, dan Batch III berasa pada level 46,7 persen. 

Baca juga: Warga Terdampak Bandara VVIP IKN Terima Ganti Rugi Rp 35 Miliar

Sementara untuk Tahap II (2025-2029), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan.

Sedangkan Otorita IKN akan memulai pembangunan infrastruktur baru yang saat ini masih dalam tahap lelang.

Danis menegaskan, Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan IKN dengan memberikan berbagai kemudahan bagi para investor.

Dukungan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi swasta ke IKN.

"Dengan progres pembangunan yang terus berjalan positif, IKN diharapkan dapat menjadi kota yang modern, berkelanjutan, dan layak huni pada masa depan," tuntas Danis. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau