Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kodam Mulawarman Buka Peluang Kerjasama Teknologi Pertahanan di Perbatasan

Kompas.com, 17 April 2025, 09:09 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman Rudy Rachmat Nugraha menegaskan TNI membuka kerja sama kemitraan atau kolaborasi dengan sektor swasta untuk pengembangan teknologi pertahanan.

Teknologi ini termasuk chip yang mendukung sistem pertahanan cerdas atau Smart Defense System di wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Pengembangan teknologi chip menjadi elemen kunci dalam Smart Defense System, terutama untuk mendukung interoperabilitas antar-matra (darat, laut, udara) dan sistem pengawasan berbasis teknologi.

Baca juga: Juli 2025, Kalsel Terpisah dari Wilayah Pertahanan Kodam VI Mulawarman

"Kami tengah mengembangkan strategi pertahanan non-konvensional untuk mengatasi tantangan geografis di wilayah perbatasan," ujar Rudy menjawab Kompas.com, Rabu (16/4/2025).

Salah satu inisiatif utama adalah pemanfaatan teknologi seperti drone dan patroli udara untuk memantau wilayah yang sulit dijangkau secara fisik.

Menurut Rudy, ada beberapa wilayah yang sulit ditempatkan personel secara fisik, sehingga Kodam VI Mulawarman mengandalkan teknologi seperti drone dan teknologi lainnya.

Oleh karena itu, Pangdam pun menegaskan keterbukaan terhadap ide dan teknologi baru dari pihak swasta.

“Siapapun yang punya teknologi, kami sangat terbuka untuk berdiskusi jika memang cocok, karena menjaga kedaulatan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Baca juga: Strategi Pertahanan IKN, Kodam Mulawarman Fokus Kemandirian Logistik

Peluang ini mencakup pengembangan teknologi chip untuk sistem pertahanan cerdas, seperti sensor, sistem komunikasi, dan pengolahan data real-time yang mendukung operasi militer di wilayah perbatasan.

Adapun dukungan Kodam VI/Mulawarman terhadap pengamanan IKN dan wilayah perbatasan mencakup implementasi Smart Defense System yang direncanakan oleh Markas Besar TNI.

Sistem ini mengintegrasikan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi dan responsivitas pertahanan.

Saat ini, Kodam Mulawarman fokus pada pengamanan fisik dengan memanfaatkan alutsista yang ada, sambil membangun postur kekuatan sesuai arahan Mabes TNI.

“Konsep pengamanan dan alutsista tidak dilakukan secara independen oleh Kodam, melainkan mengikuti kebijakan dari Jakarta,” jelas Pangdam.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau