Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bima Arya: IKN Berkah buat Balikpapan dan Kalimantan Timur

Kompas.com, 25 April 2025, 10:26 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29 yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 25 April 2025, tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjalanan otonomi daerah, tetapi juga momentum untuk menegaskan peran strategis Kalimantan Timur sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa IKN adalah berkah besar, tidak hanya bagi Balikpapan, tetapi juga untuk seluruh Kalimantan Timur, termasuk sembilan pemerintahan daerah di wilayah ini.

Bima Arya juga menyatakan, bahwa keberadaan IKN bukanlah tantangan, melainkan peluang emas bagi Kalimantan Timur.

Baca juga: Refleksi 29 Tahun Otonomi Daerah: Evaluasi Dua Sisi untuk Kesejahteraan Rakyat

“IKN ini berkah untuk Kaltim. Proyek ini terus berjalan, ditargetkan selesai, dan pada waktunya akan berjalan dengan baik. Balikpapan, Kalimantan Timur, dan sembilan pemerintahan daerah di sekitarnya insya Allah akan mendapatkan keberkahan,” ujar Bima menjawab Kompas.com.

Sebagai penyangga utama IKN, Balikpapan dan Kalimantan Timur memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan pembangunan ibu kota baru.

Mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, hingga penguatan infrastruktur, IKN diharapkan menjadi mesin penggerak baru bagi perekonomian daerah.

Tidak hanya Balikpapan, kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur, yang disebut Bima Arya sebagai “Wali Songo” atau sembilan pemerintahan daerah, juga akan merasakan manfaat dari proyek ambisius ini.

Sinergi dan “Gaspol” untuk Kesejahteraan

Menggemakan semangat Presiden Prabowo Subianto yang dikenal dengan istilah “gaspol” (giat, akurat, sigap, profesional, dan optimal), Bima Arya mengajak kepala daerah dan aparatur sipil negara (ASN) di Kalimantan Timur untuk bergerak cepat dan bersinergi.

Baca juga: Pemdasus IKN Siap Dibentuk, Status Hukum Berbeda dengan Daerah Lain

“Irama yang dibangun Presiden Prabowo nyambung dengan Kalimantan Timur. Gratis pol, gaspol, cepat, dan memudahkan warga,” katanya, merujuk pada pendekatan yang responsif dan berorientasi pada pelayanan publik.

Bima Arya berpendapat, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi IKN.

Evaluasi dua sisi juga penting yakni pemerintah daerah harus adaptif, inovatif, dan kolaboratif dalam mencari peluang pertumbuhan ekonomi baru, sementara pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri terus melakukan sinkronisasi dan akselerasi kebijakan.

Dengan pendekatan ini, IKN tidak hanya akan menjadi simbol modernisasi, tetapi juga pengungkit kesejahteraan rakyat Kalimantan Timur.

Baca juga: Agar Tak Kumuh, Kawasan Sepaku IKN Akan Dipersolek

Keberhasilan memanfaatkan berkah IKN juga bergantung pada kapasitas pemerintahan daerah. Bima Arya menyoroti pentingnya meritokrasi sebagai fondasi otonomi daerah yang efektif.

“Kewenangan besar harus diimbangi kapasitas. Meritokrasi adalah kunci, mulai dari open bidding, manajemen talenta, hingga penempatan the right man in the right place at the right time,” jelasnya.

Balikpapan, sebagai tuan rumah Hari Otonomi Daerah ke-29, telah menunjukkan kesiapan dalam menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan melayani.

Dengan IKN sebagai katalis, daerah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun tata kelola yang profesional dan berorientasi pada rakyat.

"Sementara itu, daerah-daerah lain di Kalimantan Timur juga akan merasakan efek domino dari investasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan konektivitas yang dibawa oleh IKN," tuntas Bima.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau