Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Habis Blokir, Terbitlah Tender Proyek Baru Rp 3,4 Triliun di IKN

Kompas.com, 27 April 2025, 10:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bergerak cepat dengan mengumumkan rencana tender sejumlah proyek pembangunan baru di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) dengan nilai mencapai Rp 3,4 triliun.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahap pertama Otorita IKN senilai Rp 5,3 triliun kini telah aktif alias bebas dari blokir.

Sebagian besar dana tersebut akan segera dialokasikan untuk memproses lelang berbagai paket pekerjaan strategis.

Fokus utama tender yang akan bergulir Mei 2025 senilai Rp 3,4 triliun ini adalah pembangunan infrastruktur jalan di kawasan KIPP.

Baca juga: Pemdasus IKN Segera Dibentuk, Apa Kewenangannya?

Proyek ini meliputi pembangunan jalan di zona KIPP 1A, 1B, dan 1C, yang merupakan bagian penting dalam menunjang konektivitas dan mobilitas di ibu kota negara baru ini.

Pembangunan jalan ini akan melengkapi infrastruktur yang sebelumnya telah dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

“Yang baru sama sekali, yang mulai dengan tender, dilakukan oleh otorita. Ini sudah ada DIPA yang pertama sebesar Rp 5,3 triliun, itu sudah dibuka blokirnya semua. Ada paket-paket pekerjaan yang sudah ditenderkan pengadaan barang dan jasanya," ujar Basuki menjawab pertanyaan Kompas.com.

Dia mengharapkan, pertengahan Mei sudah ada penandatangan kontrak untuk jalan-jalan di kawasan.

Selain pembangunan jalan, Otorita IKN juga akan segera memulai proses tender untuk penataan kawasan Sepaku.

Baca juga: Mei 2025, Tender Proyek Baru di IKN Bergulir

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan IKN secara holistik, termasuk menata kawasan penyangga agar tidak menjadi area yang kurang terencana.

Proses tender untuk proyek-proyek senilai Rp 3,4 triliun ini diharapkan dapat berjalan lancar, dengan target penandatanganan kontrak pada pertengahan Mei 2025.

Dengan bergulirnya tender proyek-proyek baru ini, pembangunan tahap kedua IKN semakin menunjukkan akselerasi.

"Kami optimistis dengan ketersediaan anggaran yang jelas dan proses tender yang transparan, target pembangunan infrastruktur utama di ibu kota negara baru ini akan tercapai sesuai dengan rencana, membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di kawasan Kalimantan Timur," tuntas Basuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau