Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Banyak Pihak Meragukan, Kompleks Kemenko 3 IKN Tuntas Secepat Kilat

Kompas.com, 1 Juni 2025, 16:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Di tengah ambisi besar pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), satu kabar telah mencuri perhatian dan menjadi bukti nyata dari komitmen pemerintah  bahwa Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 3 telah rampung 100 persen.

Dalam kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 28 Mei 2025, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengumumkan bahwa proyek senilai Rp 902,6 miliar ini telah rampung 100 persen dan memasuki tahap pemeliharaan.

“Menurut beliau (Wapres), jangan sampai ada yang terlambat. Kemudian kualitas tetap dijaga,” ujar Basuki seraya menekankan komitmen untuk menjaga standar tinggi dalam proyek ini.

Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)
Pernyataan Basuki ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal kuat bahwa roda pembangunan di IKN berputar dengan kecepatan yang luar biasa.

Saat banyak pihak masih meragukan, Kompleks Kemenko 3 berdiri kokoh sebagai salah satu bukti fisik pertama dari transformasi megah yang sedang berlangsung di jantung Kalimantan Timur.

Selesainya Kompleks Kemenko 3 memberikan optimisme besar terhadap target pemerintah untuk menjalankan operasional pemerintahan pada 2028 mendatang.

Kecepatan ini menunjukkan efisiensi luar biasa dalam manajemen proyek dan koordinasi lintas sektor yang dilakukan oleh Otorita IKN.

Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)
Bayangkan, sebuah gedung perkantoran skala kementerian, dari nol hingga selesai sempurna, dalam waktu yang relatif singkat.

Ini akan menjadi salah satu kantor pertama yang siap beroperasi penuh di IKN, jauh sebelum infrastruktur lainnya rampung total.

Kompleks Kemenko 3 dirancang dengan kapasitas 1.375 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendukung transisi pemerintahan ke ibu kota baru.

Kompleks Kemenko 3 yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, terdiri dari empat tower utama, dilengkapi Multifunction Hall dan Jembatan 2nd Walkway sepanjang 254 meter yang menghubungkan area strategis di KIPP.

Kompleks ini juga menyediakan fasilitas parkir untuk 120 mobil dan 120 sepeda, mendukung konsep kota ramah lingkungan.

Basuki juga menyoroti bahwa pembangunan Kompleks Kemenko 3 merupakan bagian dari ekosistem eksekutif, meskipun penyesuaian jumlah kemenko dari empat menjadi tujuh memerlukan adaptasi tambahan.

Desain Futuristik dan Konsep Green Building

Kompleks Kemenko 3 yang berlokasi di persimpangan Jalan Sumbu Kebangsaan sisi barat dan jalan feeder, mengusung konsep “Future Smart Forest City of Indonesia”.

Desain ini menonjolkan aspek keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan green building.

Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)
PT Waskita Beton Precast Tbk, yang menyuplai 5.292,5 meter kubik material readymix untuk proyek ini, menerapkan inovasi green construction dan teknologi Building Information Modelling (BIM) 7D berbasis cloud untuk memastikan efisiensi dan akurasi konstruksi.

Fitur-fitur unggulan Kompleks Kemenko 3 meliputi: 

  • Empat Tower Modern: Dirancang sebagai sharing office.
  • Multifunction Hall: Ruang serbaguna untuk kegiatan pemerintahan, seminar, dan acara resmi. 
  • Jembatan 2nd Walkway: Menghubungkan kompleks dengan kawasan strategis lainnya, memudahkan mobilitas ASN. 
  • Fasilitas Ramah Lingkungan: Parkir sepeda dan pengelolaan limbah berbasis teknologi cerdas, sejalan dengan target IKN sebagai kota netral karbon pada 2045.

Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)
Konsep ini tidak hanya mendukung efisiensi operasional, tetapi juga mencerminkan visi IKN sebagai kota pintar yang harmonis dengan alam.

Basuki menegaskan bahwa penghijauan, seperti penanaman pohon beringin di sekitar kawasan, menjadi prioritas untuk memperkuat estetika dan ekosistem hijau. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau