Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di IKN, Mendag Janji Bantu Agregator Diaspora-Preneur Tembus Pasar Dunia

Kompas.com, 2 Agustus 2025, 15:18 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi saksi penguatan komitmen antara Pemerintah Indonesia dan diaspora.

Dalam forum "Diaspora Entrepreneur" yang merupakan bagian dari Kongres Diaspora Indonesia ke-8 (CID-8), Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso, menegaskan kesiapan pemerintah untuk membantu para diaspora dalam menembus pasar global.

Forum ini menjadi platform strategis untuk menjembatani produk UMKM lokal ke pasar ekspor dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.

Baca juga: Diaspora Dunia dan Pemerintah Bahas Nasib Pekerja Migran di IKN

Dalam sesi diskusi yang berlangsung di Multifunction Hall, Kantor Kemenko 3 IKN, para anggota diaspora aktif menyampaikan tantangan yang mereka hadapi dalam sistem perdagangan, terutama terkait agregator.

Buka Ruang Seluasnya

Mereka menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku usaha diaspora untuk memperkuat promosi dagang Indonesia.

Merespons hal tersebut, Budi menyampaikan komitmen pemerintah untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi diaspora.

Baca juga: Anggota MPR dan Diaspora Diminta Jadi Duta IKN di Luar Negeri

"Saya mengucapkan selamat kepada Kongres IDN di Ibu Kota Nusantara. Kami menyampaikan harapan agar diaspora tetap menjaga network dan memajukan Indonesia dalam perdagangan," ujar Budi, Jumat (1/8/2025).

Secara spesifik, Mendag berjanji akan memberikan fasilitasi penyelesaian persoalan agregator yang dihadapi diaspora.

Masalah ini akan ditindaklanjuti kembali di Jakarta bersama Kementerian Perdagangan, menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mendengarkan, tetapi juga mengambil tindakan nyata.

Diaspora Jembatan Perdagangan

Budi berharap diaspora dapat menjadi stimulan utama dalam pasar perdagangan Indonesia, khususnya ekonomi lokal.

Menurutnya, peran diaspora sangat besar dalam membantu memastikan produk-produk lokal Indonesia dan menjembatani hubungan baik antara importir dan eksportir.

Baca juga: Kode Keras dari MPR RI: IKN Bukan Khayalan, tapi Bukti Nyata Peradaban

Pemilihan IKN sebagai lokasi CID-8 juga memiliki makna strategis. Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono, menjelaskan bahwa hal ini merupakan "pesan kepada masyarakat Indonesia bahwa pembangunan itu harus berkelanjutan".

IKN, sebagai kota baru, menjadi simbol kolaborasi multipihak yang mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berdaya saing global.

Pertemuan ini menjadi contoh nyata sinergi antara diaspora, pemerintah, dan pelaku UMKM lokal, yang diharapkan menjadi kekuatan baru untuk mengarahkan ekonomi Indonesia menuju pertumbuhan yang inklusif dan berjangka panjang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau