Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesta Rakyat HUT RI di IKN: Langit Nusantara Bergemuruh

Kompas.com, 18 Agustus 2025, 08:43 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Langit Ibu Kota Nusantara (IKN) dipenuhi gemuruh suara dan tawa saat ribuan masyarakat tumpah ruah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Puncak perayaan terjadi pada Minggu malam (17/8/2025) di depan Istana Negara, di mana band legendaris tanah air, Padi Reborn, mengguncang panggung Pesta Rakyat Nusantara.

Baca juga: Profesor Belanda Bicara tentang IKN: Perlu Koordinasi Antar-lembaga

Konser yang juga dimeriahkan oleh band-band lokal dari Kalimantan Timur dan penampilan istimewa Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono yang ngerap dan ngedrum, ini bukan sekadar hiburan.

Acara ini menjadi simbol semangat persatuan dan kebanggaan, sekaligus bukti bahwa IKN kini telah menjadi pusat kreativitas dan ekonomi baru.

"IKN lanjut? Lanjuuuuuuuutttt," seru Basuki yang diikuti teluk tangan penonton.

Padi Reborn Bawa Nostalgia

Saat Padi Reborn naik ke panggung, suasana langsung pecah. Lebih dari tujuh lagu hits mereka nyanyikan, termasuk "Semua Tak Sama", "Sobat", "Ternyata Cinta", dan "Harmoni", berhasil membawa penonton bernostalgia sambil bernyanyi bersama.

Baca juga: Tak Dihadiri Pejabat Pusat, Upacara HUT RI di IKN Tetap Khidmat

Energi dari sang vokalis, Fadly, seolah menyatukan ribuan orang yang datang dari berbagai daerah, menciptakan momen tak terlupakan di tengah euforia kemerdekaan.

Namun, kemeriahan malam itu tidak hanya berpusat pada panggung musik. Pesta Rakyat Nusantara juga menjadi wahana besar bagi 25 UMKM lokal yang difasilitasi gratis oleh Otorita IKN.

Beragam produk, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan, laris manis diserbu pengunjung.

Baca juga: Kali Pertama Pimpin Renungan Suci di IKN, Addie MS: Khidmat, Berkesan

Salah satu pelaku UMKM, Tri Lestari, pemilik usaha kerajinan dari Sepaku, mengaku sangat terbantu.

"Sebelumnya kami hanya berjualan online, tapi sejak IKN hadir dan sering ada acara, penjualan kami naik pesat," ungkapnya.

Antusias

Antusiasme juga datang dari warga lokal. Juni, warga Sepaku, mengungkapkan rasa senangnya bisa berpartisipasi dalam acara sebesar ini.

Baca juga: Meski Tak Semegah Tahun Lalu, HUT Ke-80 RI di IKN Bakal Dihadiri 3.000 Orang

"Saya senang sekali, semoga IKN cepat selesai dan menjadi ikon baru Indonesia," ujarnya penuh harap.

Gelaran ini menegaskan visi pembangunan IKN sebagai kota masa depan yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau