Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki babak baru, namun sorotan publik kini tertuju pada alokasi anggaran yang melorot drastis.
Sebuah momen hening pun terjadi saat Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, ditanya tentang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Gedung Parlemen, Senayan, Jumat (15/8/2025) yang tak menyinggung IKN.
Baca juga: Tak Dihadiri Pejabat Pusat, Upacara HUT RI di IKN Tetap Khidmat
Basuki menghela nafas sejenak, gestur yang menunjukkan kompleksitas tantangan yang dihadapi di tengah optimisme tinggi.
Sebagaimana diketahui, anggaran IKN untuk periode 2025-2029 ditetapkan sebesar Rp 48,8 triliun, anjlok signifikan dibandingkan Rp 89 triliun yang digelontorkan pada tahap awal (2022-2024).
Penurunan ini mencapai lebih dari 45 persen, dengan pagu indikatif 2026 yang hanya Rp 6,3 triliun, jauh di bawah anggaran 2024 yang mencapai Rp 44 triliun.
Angka-angka ini memicu pertanyaan dan kekhawatiran publik. Banyak yang menduga proyek IKN tidak lagi menjadi prioritas utama Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga: Melenceng dari Target Awal, Masjid Negara IKN Siap Digunakan Salat Idul Fitri 2026
Namun, Basuki memberikan penjelasan dengan menepis anggapan tersebut. Penurunan anggaran ini adalah bagian dari strategi dan penyesuaian.
"Yang kami usulkan sebetulnya tambahannya Rp 8,1 triliun," ungkap Basuki menjawab Kompas.com.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono diajak foto bersama peserta usai jadi Inspektur Upacara HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di IKN, Minggu (17/8/202/).Mereka hanya meminta Rp 3,6 triliun sebagai uang muka, atau 15 persen dari total nilai kontrak 24 proyek yang baru dilelang.
Baca juga: Profesor Belanda Bicara tentang IKN: Perlu Koordinasi Antar-lembaga
Ketimbang menunggu seluruh anggaran cair, Otorita IKN memastikan proyek-proyek vital tetap berjalan. Basuki yakin, sisa pembayaran akan dialokasikan pada tahun 2026.
"Makanya pasti akan ada anggaran tambahan nanti," imbuhnya dengan nada optimistis.
Di balik semua polemik, pembangunan IKN tahap kedua memiliki fokus yang sangat jelas.
Otorita IKN telah mengumumkan lelang 24 proyek senilai Rp 18,47 triliun. Proyek-proyek ini vital untuk mewujudkan IKN sebagai ibu kota politik.
Rinciannya mencakup:
Baca juga: Tak Dihadiri Pejabat Pusat, Upacara HUT RI di IKN Tetap Khidmat