Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah BUMN Tower di IKN, Simbol Ambisi yang Mati Sebelum Berkembang

Kompas.com, 3 November 2025, 05:30 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), muncul sebuah konsep arsitektur yang melampaui batas fungsionalitas: BUMN Tower.

Dirancang oleh konsultan arsitektur muda Indonesia, Alien Design Consultant (Alien DC), bekerja sama dengan Atkins, menara ini digadang-gadang bukan hanya menjadi gedung pencakar langit, tetapi juga simbol kemakmuran dan persatuan bangsa di jantung kota baru.

Konsep desain utama BUMN Tower adalah "Paddy as a symbol of prosperity" atau padi sebagai simbol kemakmuran.

Baca juga: Liberika, Secangkir Harapan Mutiara Hitam di Jantung Ibu Kota Nusantara

Awalnya, menara ini dirancang menyerupai tumpukan padi yang melambangkan kumpulan berbagai perusahaan BUMN yang bersatu di bawah naungan Kementerian BUMN.

Tujuannya adalah mengolah sumber daya Indonesia demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

BUMN Tower diibaratkan sebagai lumbung inovasi dan ekonomi yang akan mempromosikan kemajuan Indonesia di kancah global.

Menara ini dirancang untuk mencapai ketinggian monumental, diwacanakan hingga 700-778 meter, menjadikannya berpotensi sebagai menara tertinggi di Asia Tenggara dan tengaran global.

Terdapat jembatan penghubung atau sky bridge di tengah menara. Ini bukan sekadar elemen struktural, melainkan simbol persatuan, kolaborasi, dan sinergi yang harus terjalin kuat di antara perusahaan-perusahaan pelat merah.

Baca juga: Otorita Gelar Sayembara Desain Nusantara Cultural Center IKN

Kompleks ini tidak hanya berisi perkantoran, tetapi dirancang sebagai mega kompleks mixed-use yang menghasilkan positive revenue.

Fasilitasnya meliputi Observation Deck (dek observasi) di puncak menara, Digital Hub, fasilitas Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MICE), Waterfront F&B, hingga World-Class Museum dan Cultural Centre.

BUMN Tower dirancang sebagai magnet ekonomi kreatif dan pariwisata yang terintegrasi penuh dengan konsep Smart City IKN.

Jati Diri Arsitektur Nusantara

Sebagai karya yang berdiri di kawasan IKN yang berpedoman pada prinsip Forest City dan Net Zero Emission, BUMN Tower oleh Alien DC mengintegrasikan aspek keberlanjutan secara mendalam.

Menara ini direncanakan memanfaatkan teknologi energi terbarukan seperti atap fotovoltaik (solar panel), fasad fotovoltaik, dan turbin angin untuk memenuhi kebutuhan energinya, menjadikannya bangunan yang bertanggung jawab (responsible) dan ramah lingkungan.

Baca juga: Proyek Jumbo Swasta di IKN Dimulai Maret 2026, Ada Pakuwon dan Vasanta

Desainnya mengintegrasikan lanskap alami Kalimantan, memastikan ruang hijau, rooftop garden, dan plaza di permukaan tanah berfungsi sebagai ruang publik hijau yang walkabledan bebas hambatan.

BUMN Tower diharapkan menjadi benchmark baru bagi arsitektur modern Indonesia yang mampu menggabungkan teknologi canggih, efisiensi energi, dan identitas kultural lokal (padi).

Meskipun konsep desain dan filosofi BUMN Tower memukau publik sebagai simbol kebanggaan nasional, status realisasi proyek monumental ini berada di persimpangan jalan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa ide pembangunan menara ikonik ini muncul dari diskusi di lapangan.

Namun, sampai akhir tahun 2025, tak ada kabar terbaru terkait BUMN Tower.

"Hingga saat ini, Otorita IKN menyatakan tidak mendengar adanya kelanjutan pembangunan menara ikonik tersebut," ungkap Basuki, Rabu (29/10/2025).

Baca juga: BUMN Tower Ghosting IKN, Pencakar Langit 778 Meter Tinggal Kenangan

Kesenjangan antara wacana untuk membangun menara ikonik tertinggi yang sempat dibandingkan dengan Burj Khalifa, dan realisasi di lapangan menunjukkan bahwa IKN kini sangat fokus pada kepastian investasi, efisiensi anggaran, dan prudent spending.

Proyek-proyek yang diprioritaskan adalah yang memiliki kepastian pendanaan dari investor swasta atau yang dialokasikan secara ketat melalui APBN untuk infrastruktur dasar.

BUMN Tower IKN, dengan demikian, saat ini bukan hanya simbol kemakmuran, tetapi juga studi kasus tentang ambisi arsitektur dan realitas perencanaan kota masa depan.

Menara Padi karya Alien DC ini tetap menjadi salah satu desain paling ikonik dan menarik yang pernah diusulkan untuk IKN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau