Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Groundbreaking sejak Era Jokowi, Sekolah Al Azhar IKN Tunggu Jadwal Otorita

Kompas.com, 11 Juni 2026, 18:35 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com — PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memastikan kelangsungan ekspansi non-residensial mereka ke wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap berjalan sesuai rencana tata ruang.

Emiten pengembang kota mandiri ini memilih sektor pendidikan formal sebagai pilar utama investasi awal perseroan di ibu kota baru, melalui proyek pembangunan jaringan Sekolah Islam Al-Azhar.

Baca juga: Otorita Janjikan UMKM Lokal IKN Jadi Prioritas, Bagaimana Wujudnya?

Presiden Direktur SMRA, Adrianto P Adhi, menuturkan, langkah penetrasi ini dieksekusi melalui skema pembelian tanah matang secara mandiri secara langsung dari Otorita IKN, yang kemudian dilanjutkan dengan proses konstruksi fisik bangunan sekolah terpadu.

"Strategi menggandeng institusi Al-Azhar didasari oleh keberhasilan pola kemitraan serupa yang sebelumnya telah berjalan di sejumlah kota mandiri garapan Summarecon, seperti di Bekasi, Serpong, Bandung, hingga Makassar," ujar Adrianto, Kamis (11/6/2026).

Sinkronisasi Jadwal Konstruksi 

Proyek infrastruktur pendidikan ini sejatinya telah mengantongi izin prinsip dari pemerintah sejak periode sebelumnya, bahkan telah melewati fase peletakan batu pertama (groundbreaking) resmi yang dihadiri langsung oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

Sekolah Islam Al Azhar Summarecon di IKN dibangun di atas lahan seluas 2,9 hektar. Lokasinya berada di Wilayah Perencanaan 1 (WP 1) Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), tepatnya di Sub-WP 1B pada area Sub Zona Sarana Pelayanan Umum (SPU) 1.

Kendati instrumen legalitas tanah telah diselesaikan secara penuh oleh perusahaan, lini masa pelaksanaan konstruksi fisik di lapangan kini sedang memasuki tahap sinkronisasi jadwal operasional bersama pihak Otorita IKN.

Baca juga: Otorita Gandeng Empat Kampus, IKN Jadi Laboratorium Hidup

Adrianto menegaskan, keputusan penentuan tanggal dimulainya pembangunan struktur gedung sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung di sekitar ekosistem inti IKN, guna memastikan aksesibilitas siswa dan tenaga pengajar saat operasional sekolah dimulai.

"Skemanya kami membeli tanah, kemudian membangun sekolah. Proyek ini sudah disetujui dan bahkan Presiden Jokowi waktu itu hadir langsung di acara groundbreaking serta mengapresiasi desain arsitektur sekolahnya.," ungkap Adrianto.

Saat ini, perusahaan terus berkomunikasi secara intensif dengan Otorita IKN supaya mengetahui ketepatan waktu kapan konstruksi vertikal ini mulai dibangun.

"Pada prinsipnya, kami siap karena kewajiban pembelian tanah sudah konsisten diselesaikan," imbuh Adrianto.

Penguatan Struktur Kemitraan Internal dan Regional

Operasional harian lembaga pendidikan di bawah bendera Summarecon ini secara struktural dikelola melalui kerja sama taktis antara Yayasan Islam Al-Azhar dengan Yayasan Syiar Bangsa, sebuah wadah internal yang menghimpun para karyawan muslim di lingkungan Summarecon.

Pola kolaborasi ini dinilai efektif mempertahankan standar kualitas pengajaran serta nilai investasi jangka panjang kawasan, tanpa mengganggu fokus utama emiten pada bisnis properti arus utama.

Baca juga: Digembleng Kopassus, 555 Anak Muda Resmi Jadi Mesin Birokrasi IKN

Pemilihan klaster pendidikan dinilai sebagai jangkar investasi yang aman bagi likuiditas perusahaan, mengingat daya serap pasar untuk kebutuhan sekolah berkualitas di area transisi seperti IKN diproyeksikan akan melonjak tajam seiring perpindahan massal Aparatur Sipil Negara (ASN).

Di luar komitmen jangka panjang di IKN, emiten berkode saham SMRA ini tetap mengamankan portofolio pendapatan mereka melalui optimalisasi sembilan kawasan kota mandiri yang sudah berjalan di Jawa dan Sulawesi.

Sepanjang tahun buku 2025, kekuatan ekosistem kota mandiri terpadu ini berhasil membawa Summarecon meraup pendapatan total sebesar Rp 8,77 triliun.

Sementara perolehan laba bersih konsolidasian mencapai Rp 1,20 triliun, yang sekaligus memberikan bantalan likuiditas yang kuat bagi pembiayaan proyek-proyek masa depan perseroan di luar Pulau Jawa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau