Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menteri Yandri Panen Kopi Luwak di Lahan BUMDes Mekar Jaya Kaltim

Kompas.com, 7 Desember 2024, 15:54 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Potensi besar produksi kopi luwak di Desa Perangat, Kalimantan Timur (Kaltim), menarik perhatian Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Yandri turun langsung menanam hingga memetik biji kopi bersama aparat desa setempat dan BUMDes Mekar Jaya.

Jenis kopi yang dipanen merupakan biji kopi luwak Librika yang menjadi produk unggulan Desa Prangat Baru.

"Tadi barusan panen kopi luwak yaitu kopi librika dan sekarang kita juga menanam. Kopi di desa ini sangat potensial, peminatnya banyak, digerakkan oleh BMUDes," ujar Yandri di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kalimantan Timur, Sabtu (7/11/2024).

Baca juga: Menteri Yandri Serahkan 67 Alat Berat dari BUMDes ke Warga Desa Tepian Langsat Kaltim

Yandri berharap, kebun kopi yang dikelola BUMDes ini akan semakin luas dengan nilai ekspor yang mumpuni.

Kementerian Desa PDT pun siap membantu pemasaran kopi, sehingga masyarakat tidak perlu kebingungan lagi saat hasil panen melimpah.

"Saya berharap perkembangan kebunnya semakin banyak, jadi kalau bisa ekspornya besar-besaran. Kita siap, Kemendes siap menyambungkan dengan pasar dunia," imbuhnya.

Harga kopi luwak yang terbilang mahal tentunya menjanjikan bagi para pemuda untuk kembali bertani ke desa.

Terlebih di kampung ini, seluruh proses pembuatan kopi hingga produk jadi dilakukan secara mandiri.

Baca juga: Paslon Gubernur Kaltim Rudi-Seno Unggul di Seluruh 6 Kecamatan Balikpapan

Ditambah lagi dengan kolaborasi pihak ketiga, yakni PT Pertamina (Persero) yang menyumbangkan mesin roasting hemat energi ke kelompok tani kopi luwak.

Hal ini kian mempermudah proses pengolahan biji kopi.

"Kopi luwak itu mahal, tadi saya dengar lima juta per kilogram. Saya kira luar biasa. Saya mengajak sarjana jangan pengangguran di kota, ayo kembali ke desa. Bangun desa, membangun Indonesia, desa terdepan untuk Indonesia," pungkas Yandri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau