Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk Periode I Tahun 2022-2024 terus diakselerasi untuk diselesaikan.
Salah satunya adalah Rumah Sakit Vertikal (RSV) IKN yang dibangun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia dengan nilai Rp 550 miliar.
EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Adjib El Hakim mengungkapkan, hingga akhir November 2024, progres konstruksi fisik RSV IKN ini telah mencapai level 96,66 persen.
"Sejauh ini, belum terdapat kendala berarti dalam pengerjaan RSV IKN, dan juga proyek-proyek lainnya. Tantangan utama hanya pengaturan mobilisasi material saja," ujar Adjib secara eksklusif kepada Kompas.com, Kamis (5/12/2024).
Baca juga: Fasilitas Sisi Darat Bandara Internasional Nusantara IKN Tembus 91,94 Persen
Namun, hal itu pun telah diantisipasi dengan kolaborasi aktif bersama sejumlah stakeholder dan owner proyek lainnya agar proses mobilisasi material dapat berjalan teratur sesuai target
waktu yang ditetapkan.
RSV IKN mulai dibangun seiring dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo pada Desember 2023.
Bangunannya RSV IKN mencakup dua tower. Tower I sebanyak tujuh lantai, dan Tower II terdiri dari 10 lantai dengan total luas bangunan mencapai 38.000 meter persegi.
Terdiri atas tempat tidur untuk ruang rawat inap VVIP 2 unit, VIP 23 unit, kelas standar 2 ada 77 unit atau 154 kamar, ruang isolasi 26 unit dengan jumlah 26 tempat tidur.
Selain itu, terdapat Intensive Care Unit (ICU), Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), ICU Isolasi, Special Care Unit (SCU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), High Care Unit (HCU), dan Perinatologi.
Ada 30 dokter umum dan 20 dokter spesialis yang akan melayani masyarakat di RSV IKN ini.
Baca juga: Bawang Merah Ubah Status Deflasi Penyangga IKN Jadi Inflasi 0,1 Persen
RS ini dibangun sebagai pusat pelayanan rujukan bertaraf internasional di wilayah IKN dengan layanan unggulan jantung dan stroke.
RS IKN akan didukung dengan SDM kesehatan dan sarana dan prasarana yang mumpuni, termasuk catheterization laboratory (Cath Lab) atau layanan kateterisasi jantung di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Jika ada pasien datang dengan serangan jantung, RSUP IKN akan memberikan pertolongan medis dalam periode kritis atau golden period.
Yakni kurang dari 120 menit sejak pasien masuk dari pintu IGD sampai tata laksana reperfusi (stabilitas pasien).
Bagi pasien dengan stroke akut, RSV juga akan memberikan penanganan yang time-sensitive atau berbasis waktu, agar mendapatkan hasil akhir yang berbeda.
Selain itu, RSV IKN akan dilengkapi dengan fasilitas telemedisin dan ruang operasi hibrida sehingga dapat mengoptimalkan akses dan berbagi keahlian untuk memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik bagi masyarakat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.