Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Kawasan Transmigrasi yang Jadi Pilot Project 2025, IKN Tak Termasuk

Kompas.com, 25 Maret 2025, 16:46 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, ada 10 kawasan transmigrasi yang dibidik menjadi pilot project pada tahun 2025.

Akan tetapi, Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak menjadi salah satu di antaranya.

"Ada sekitar 10 yang akan jadi pilot project tahun 2025 ini. Beberapa kawasan lainnya masih sedang kami dalami," ujar Iftitah saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (24/03/2025).

"Belum termasuk IKN. Kalau ada, nanti saya sampaikan," katanya melanjutkan.

Namun, Iftitah tidak merinci, 10 kawasan transmigrasi tersebut mencakup daerah mana saja.

Baca juga: Tol IKN Diprediksi Dilintasi 4.000 Kendaraan Per Hari Saat Mudik

Sementara dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025-2029, total ada 45 kawasan transmigrasi yang akan dikembangkan dalam lima tahun.

"Kami tidak ingin mengangkat itu tanpa ada data clean and clear. Jadi, harus datanya clean and clear dulu, baru bisa kami sajikan," ucapnya.

Iftitah juga menyebutkan, IKN sebagai bakal ibu kota pemerintahan akan berfungsi memberikan pelayanan jasa.

Sedangkan kawasan transmigrasi diibaratkan seperti "ada gula ada semut" atau artinya masyarakat akan datang dan ramai menempati bila sudah terbangun ekonomi di daerah tersebut.

Meskipun demikian, salah satu daerah dekat IKN yang dilirik untuk dikembangkan menjadi kawasan transmigrasi adalah Pantai Melawai di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca juga: Hari Perdana Tol IKN Dibuka untuk Umum, Warga Antusias

Di sisi lain, daerah utama yang digeber Kementerian Transmigrasi untuk proyek transmigrasi adalah Rempang Eco-City di Batam, Kepulauan Riau.

Sebagai informasi, proyek Rempang Eco-City sudah ditetapkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana termaktub dalam Permenko Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga Atas Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.

Selain itu, pengembangan Rempang Eco-City juga masuk dalam RPJMN 2025-2029.

Rencana pengembangan wilayah Rempang telah dimulai sejak 2004 berdasarkan Akta Perjanjian Nomor 66 Tahun 2004, kerja sama antara BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam dengan PT Makmur Elok Graha (MEG).

Lalu, PT MEG resmi menjadi pengembang kawasan seluas 8.000 hektar itu pada 12 April 2023 lalu, ditandai dengan peluncuran program pengembangan kawasan Rempang di Jakarta.

Baca juga: Warga IKN Bisa Shalat Idul Fitri 1446 H di Masjid HPK I

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau