Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 27 November 2025, 16:26 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Serapan anggaran Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) baru menyentuh angka Rp 4,99 triliun atau setara 55,9 persen dari total pagu efektif Rp 8,92 triliun.

"Jadi kami laporkan tadi, DIPA awal kami adalah Rp 10,08 triliun. Tapi dengan adanya efisiensi menjadi Rp 8,92 triliun. Saat ini belanja kami baru mencapai 55,9 persen," kata Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2025).

Serapan anggaran tersebut terbilang lambat, mengingat saat ini sudah memasuki akhir bulan November 2025.

Baca juga: 4.100 ASN Dipindahkan Bertahap ke IKN hingga Tahun 2028

Basuki menjeskan, lambatnya penyerapan anggaran disebabkan karena politik anggaran, di mana pencairan usulan tambahan anggaran baru terealisasi pada bulan September 2025.

"Karena yang Rp 4 triliun tadi baru disepakati atau disetujui September 2025," ujarnya.

Meskipun demikian, Basuki optimistis serapan anggaran bisa mencapai 96,9 persen pada akhir Desember 2025, didukung oleh sejumlah kontrak yang baru akan dilakukan pada awal bulan Desember nanti.

"Nanti pada tanggal 5 Desember akan terakhir menandatangani kontrak yang untuk penyelesaian yudikatif dan legislatif, sehingga nanti bisa terserap Rp 3,68 triliun sehingga menjadi Rp 7,06 triliun," ungkap Basuki.

Ramai KPBU

Investasi skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp 158,73 triliun dilaporkan ditanamkan di IKN.

Basuki mengatakan, dari total nilai investasi tersebut, sebanyak Rp 5,63 triliun di antaranya sudah disetujui oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca juga: Belanja Negara di IKN Tembus Rp 11,38 Triliun, Digunakan Apa Saja?

"Jadi pembangunan IKN tidak hanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tapi ada KPBU sebesar Rp 158,73 triliun. Yang Rp 5,63 triliun sudah disetujui oleh Bapak Menteri Keuangan," kata Basuki dalam rapat.

Berdasarkan paparan yang Basuki sampaikan dalam rapat kerja tersebut, total ada 17 calon pemrakarsa KPBU IKN yang tercatat saat ini. Berikut rinciannya:

KPBU Hunian Rp 5,63 Triliun (sudah disetujui Purbaya)

  1. Intiland dengan nilai investasi Rp 2,89 triliun membangun 109 rumah tapak dan 41 rumah susun (rusun)
  2. Nindya Karya dengan nilai investasi Rp 2,74 triliun membangun 8 tower rusun

Calon KPBU Hunian Rp 58,68 Triliun

  1. PT Daya Mulia Turangga (DMT) akan membangun 11 tower rusun
  2. Ciputra akan membangun 10 tower rusun dan 20 rumah tapak
  3. Adhi Karya akan membangun 8 tower rusun
  4. IJM akan membangun 20 tower rusun
  5. Samsung C&T bersama Brantas Abipraya akan membangun 21 tower rusun
  6. Maxim Properties akan membangun 10 tower rusun
  7. PJ-IC International akan membangun 20 tower rusun
  8. Hutama Karya akan membangun 10 tower rusun
  9. Triniti Land bersama Truba akan membangun 5 tower rusun

Calon KPBU Jalan dan MUT Rp 94,42 Triliun

  1. SMV akan melaksanakan Proyek Pembangunan Jalan dan MUT di WP-2 dengan total panjang 17,67 kilometer dan estimasi nilai investasi Rp 16,35 triliun
  2. China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) akan melaksanakan Proyek Pembangunan Jalan dan MUT di SWP-1B dengan total panjang 31,36 kilometer dengan estimasi dan nilai investasi Rp 27,7 triliun
  3. Adhi Karya akan melaksanakan Proyek Pembangunan Jalan dan MUT di SWP-1A dan WP-2 dengan total panjang 15,48 kilometer dan estimasi nilai investasi Rp 9,8 triliun
  4. Nindya Karya bersama Brantas Abipraya akan melaksanakan Proyek Pembangunan Jalan dan MUT di SWP-1A dengan total panjang 21,67 kilometer dan estimasi nilai investasi Rp 6,6 triliun
  5. HEC & IJM akan melaksanakan Proyek Pembangunan Jalan dan MUT di SWP-IC dengan total panjang 26,9 kilometer dan estimasi nilai investasi Rp 24,4 triliun
  6. Konsorsium Daya Mulia Turangga (DMT) akan melaksanakan Proyek Pembangunan Jalan dan MUT di SWP 1A dan SWP 1C dengan total panjang 21,04 kilometer dan investasi Rp 9,4 triliun
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau