Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jumlah Kunjungan ke IKN 37.000 Orang Saat Natal 2025

Kompas.com, 26 Desember 2025, 20:08 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) benar-benar menjadi primadona baru pariwisata Indonesia pada pengujung tahun 2025.

Fenomena ini terbukti dengan membeludaknya arus kunjungan masyarakat yang ingin menyaksikan langsung sejarah pembangunan peradaban baru di Kalimantan Timur.

Tepat pada perayaan Hari Natal, 25 Desember 2025, IKN mencatatkan rekor kunjungan harian yang fantastis, menjadikannya destinasi paling populer di tanah Borneo saat ini.

Rekor Statistik di Hari Natal

Berdasarkan data yang dirilis oleh Otorita IKN, jumlah masyarakat yang memadati Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada tanggal 25 Desember mencapai angka 37.000 orang.

Baca juga: Tol IKN Membeludak, Natal dan Haul Sekumpul Picu Kemacetan GT Manggar

Lonjakan massa ini diiringi dengan volume kendaraan yang masuk ke kawasan inti sebanyak kurang lebih 10.000 unit kendaraan.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) memang telah diprediksi akan menjadi puncak pergerakan masyarakat.

"Jumlah pengunjung tercatat sekitar 37.000-an orang. Pada kesempatan ini saya mengucapkan Selamat Natal bagi kawan-kawan yang memperingati Hari Kelahiran Yesus Kristus," ujar Troy, Jumat (26/12/2025).

Strategi Pelayanan

Dalam mengantisipasi lonjakan kunjungan ini, Otorite IKN telah menyiapkan sistem pelayanan yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan publik.

Baca juga: Kacamata Pengamat: Ekosistem Perkotaan di IKN Belum Terbentuk

Pendekatan preventif dilakukan dengan mensiagakan sumber daya manusia dari berbagai unit kerja, mulai dari petugas pengamanan, ketertiban umum, hingga tenaga medis di titik-titik strategis seperti rest area, plaza seremoni, dan pintu masuk kawasan.

Aksesibilitas menuju IKN pun dipermudah dengan fungsionalitas terbatas jalur jalan tol dari Balikpapan menuju Penajam Paser Utara dan KIPP IKN.

Jalur bebas hambatan ini beroperasi pukul 06.00–18.00 WITA khusus untuk kendaraan Golongan I, yang terbukti sangat efektif dalam mendukung kelancaran mobilitas warga dari Balikpapan maupun Kalimantan Selatan.

Baca juga: Dua Negara Meminang IKN Bangun Kereta Trans-Borneo, Apa Kata Menhub?

Salah satu daya tarik unik bagi pengunjung tahun ini adalah implementasi transportasi ramah lingkungan.

Otorita IKN menyiagakan 13 unit bus listrik (EV Bus) sebagai moda transportasi utama di dalam kawasan. Sebanyak 12 unit beroperasi aktif secara bergantian dengan kapasitas total angkut mencapai 500 orang dalam satu kali keberangkatan.

Bagi warga yang membawa kendaraan pribadi, tersedia kantong-kantong parkir strategis. Sementara bagi mereka yang menggunakan kendaraan umum, diarahkan untuk menuju rest area terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan EV Bus.

Baca juga: Masyarakat Antusias, Trafik Tol IKN Melejit Tembus 9.000 Kendaraan

Skema ini tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi masyarakat tentang masa depan transportasi hijau di IKN.

Destinasi Favorit

Pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga untuk meresapi nilai-nilai kebangsaan dan keindahan alam.

Baca juga: Begini Makna Filosofis Arsitektur Vernakular Gedung MPR dan MA di IKN

Beberapa titik yang menjadi favorit wisatawan antara lain:

  • Taman Kusuma Bangsa: Tempat pengunjung mengenang jasa Soekarno-Hatta dalam suasana yang khidmat.
  • Plaza Seremoni: Ruang publik utama yang menjadi pusat interaksi warga.
  • DAS Sanggai: Area teduh yang menawarkan panorama senja spektakuler di tengah bentang alam Nusantara.
  • Selain KIPP, wisatawan juga banyak yang melanjutkan petualangan mereka ke destinasi sekitar seperti Bukit Batu Dinding Samboja, Bukit Teletubbies, dan edukasi lingkungan di BOSF Samboja Lestari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau