Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Makna Filosofis Arsitektur Vernakular Gedung MPR dan MA di IKN

Kompas.com, 22 Desember 2025, 13:20 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com -Sejarah baru bagi kedaulatan Indonesia resmi digurat di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

PT Hutama Karya (Persero) secara resmi menandatangani kontrak pembangunan dua pilar utama demokrasi: Kawasan Lembaga Legislatif Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Kawasan Lembaga Yudikatif Mahkamah Agung (MA).

Baca juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Lalin Tol Balsam Naik 8,4 Persen

Penandatanganan yang dilakukan pada 4 Desember 2025 ini bukan sekadar urusan konstruksi fisik, melainkan simbolisasi pemindahan "ruh" keadilan dan demokrasi ke jantung Indonesia yang baru.

Serambi Musyawarah

Jika Jakarta memiliki kubah kura-kura yang ikonik, maka Gedung MPR di IKN hadir dengan narasi arsitektural yang lebih mendalam, inklusif, dan responsif terhadap alam.

Hutama Karya melalui KSO HK-WIKA-BAP, mengemban tanggung jawab membangun kawasan seluas 74.196 meter persegi ini dengan filosofi yang sangat kuat.

Desain gedung Mahkamah Agung di Ibu Kota Nusantara (IKN)HK Desain gedung Mahkamah Agung di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Gedung MPR dirancang menggunakan konsep rumah panggung (pilotis). Secara filosofis, konsep ini mencerminkan karakter lembaga legislatif yang agung namun tetap terbuka bagi rakyat.

Bangunan yang seolah "terangkat" dari tanah ini memberikan ruang bagi sirkulasi udara alami dan membiarkan kontur lahan tetap terjaga, sebuah simbol bahwa kekuasaan legislatif tetap berpijak pada ekosistem rakyat dan lingkungannya.

Identitas budaya tidak diletakkan sebagai tempelan, melainkan jiwa. Pada area drop-off, pengunjung akan disambut dengan aksen Wastra Nusantara (kain tradisional).

Baca juga: Hari Perdana Tol IKN Dibuka Berlangsung Lancar, Cek Rute dan Jadwalnya

Ini adalah pesan visual bahwa setiap keputusan yang diambil di gedung ini adalah tenunan dari aspirasi keberagaman suku dan budaya di Indonesia.

Menjawab tantangan perubahan iklim, Gedung MPR mengusung prinsip breathable building.

Dilengkapi dengan sky garden, penggunaan panel surya (photovoltaic), serta sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting), gedung ini dirancang untuk berumur panjang dan relevan hingga ratusan tahun ke depan sebagai ikon baru Plaza Demokrasi.

HK mengadopsi desain Perisai Talawang untuk membangun Gedung MPR dan MA di IKNHK HK mengadopsi desain Perisai Talawang untuk membangun Gedung MPR dan MA di IKN
Simbol Perisai Talawang

Berseberangan dengan kawasan legislatif, Hutama Karya melalui KSO HK-Jaya Konstruksi juga membangun simbol kekuasaan yudikatif.

Berdiri di atas lahan 79.179 meter persegi, gedung Mahkamah Agung (MA) dirancang dengan ketegasan yang artistik.

Elemen paling menonjol pada fasad gedung MA adalah panel bermotif Talawang, perisai khas Suku Dayak.

Baca juga: Runway Bandara Internasional Nusantara IKN Terpanjang di Kalimantan

Dalam filosofi hukum, Talawang bermakna sebagai "pelindung keadilan". Gedung ini diposisikan sebagai benteng terakhir bagi pencari keadilan di Indonesia.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau