Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

April 2024 Dimulai "Exercise" Pelaksanaan Upacara HUT ke-79 RI di IKN

Hal ini menyusul perkembangan konstruksi fisik Istana Negara dan Lapangan Upacara di Kawasan Istana Presiden Ibu Kota Nusantara (IKN) per Kamis 1 Februari 2024 yang masing-masing telah mencapai angka 58 persen, dan 80 persen.

"Jadi, bulan April nanti, kami sudah melakukan exercise dan persiapan-persiapan terkait pelaksanaan upacara nantinya. Harapannya Istana Negara dan Lapangan Upacara bisa berfungsi pada 17 Agustus 2024," ujar Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur Rozali Indra Saputra, dalam perbincangan khusus dengan Kompas.com, di IKN, Kamis (1/2/2024).

Selain Istana Negara dan Lapangan Upacara, pekerjaan yang menjadi kewenangan Ditjen Cipta Karya di Kawasan Istana Presiden adalah Istana Presiden, gedung Sekretariat Presiden, dan bangunan pendukung lainnya.

Indra mengungkapkan, secara umum, pekerjaan Ditjen Cipta Karya yang mencakup sektor gedung, penataan kawasan, dan infrastruktur telah menunjukkan progres rata-rata 60,7 persen.

Khusus Istana Presiden yang dilengkapi bilah burung garuda yang dikerjakan fabrikator-fabrikator di Bandung, perkembangannya sekitar 66 persen.

"Dari total 85 persen 4.650 bilah burung garuda dalam 465 modul yang sudah terfabrikasi dan on site (sampai di lokasi proyek), sebanyak 55 persen di antaranya telah terpasang pada Istana Presiden," jelas Indra.

"Oleh karena itu, kami concern akhir Juni 2024 Istana Presiden, Istana Negara, dan Lapangan Upacara bisa berfungsi secara optimal," imbuh Indra.

Sedangkan Sumbu Kebangsaan Tahap I (Plaza Seremoni) menunjukkan capaian 96 persen, dan akhir Februari 2024 ditargetkan tuntas 100 persen.

Saat ini, masih dilakukan perapian-perapian, penanaman pohon, penataan lanskap rumput, dan arsitektural.

Secara filosofis, Sumbu Kebangsaan menjadi simbol hubungan harmonis antara alam, manusia dan nilai luhur kebudayaan.

Mulai dari Plaza Seremoni, Plaza Sipil/Bukit Bendera, Plaza Bhinneka, Science and Tech Park, Plaza Adi Budaya, Plaza Pertunjukan, hingga Plaza Demokrasi.

Indra memaparkan, pekerjaan penataan Sumbu Kebangsaan Tahap I (Plaza Seremoni) dilakukan secara bertahap dengan mekanisme design and build sejak Desember 2022.

Penataan Sumbu Kebangsaan Tahap I terbagi menjadi beberapa zona, yaitu Zona 1 yang meliputi Wetland bagian Utara dan Gedung Visitor Center.

Lalu Zona 2 terdiri dari Ceremonial Lawn, Gedung Retail & Gallery, Plaza Timur, Plaza Barat, dan Bangunan Toilet & Service.

Penataan Sumbu Kebangsaan Tahap I (Plaza Seremoni) dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero), dengan Konsultan Manajemen Konstruksinya oleh PT Virama Karya (Persero) KSO PT Laras Sembada, dengan nilai kontrak sebesar Rp 365,8 miliar.

Super prioritas

Kendati ada banyak tantangan dinamis teknis dan non-teknis di lapangan, seperti jauh dari aksesibilitas kota, ketersediaan material konstruksi, cuaca, dan reforestasi agar kawasan IKN tetap lestari, namun hal itu dapat diatasi melalui sejumlah formula dan strategi.

Di antaranya memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi antar-pemangku kepentingan. Hal ini penting dilakukan karena IKN merupakan proyek super prioritas.

Untuk diketahui, di Kawasan Istana Presiden dan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) terdapat hampir 53 paket yang dikerjakan secara bersama, dalam waktu yang sama, dan di lokasi yang sama.

Percepatan lain yang dilakukan adalah menerapkan pola kerja tiga shift dengan tujuh jam per shift seraya menambah personil menjadi 10.000 orang.

"Untuk mengakomodasi para pekerja konstruksi ini, tentu saja kami menyediakan hunian layak dan melayani mereka sebaik-baiknya, agar mereka juga bisa bekerja dengan baik dan mampu merealisasikan proyek super-prioritas ini dengan tuntas pada akhir 2024 nanti," beber Indra.

Selain itu, terdapat pula manajemen konstruksi yang melakukan pengawasan pada masing-masing perusahaan kontraktor, dan di tingkat balai terdapat pejabat pembuat komitmen (PPK) serta satuan kerja (satker) untuk pengendalian.

Kemudian di tingkat satuan tugas (satgas) ada dua tim yakni satgas perencanaan dan satgas pelaksanaan.

"Kami semua mrumuskan tantangan dan kendala yang diinventarisasi setiap hari untuk memastikan pekerjaan konstruksi IKN memenuhi aspek kualitas tinggi, estetik, dan berkelanjutan," kata Indra.

Menurutnya, IKN dijadikan sebagai proyek super prioritas, dengan target pelaksanaannya tercantum dalam UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara dan Peraturan Presiden (Perpres) 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk IKN.

https://ikn.kompas.com/read/2024/02/02/105442987/april-2024-dimulai-exercise-pelaksanaan-upacara-hut-ke-79-ri-di-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar