Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Perkembangan Terkini IKN: Jalan Sumbu Kebangsaan Makin Cantik

Salah satu di antaranya adalah Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Tampak pekerjaan pengaspalan ulang, penataan lanskap, pengaturan vegetasi, perapian dan pengecatan jalur pejalan kaki atau pedestrian way dilakukan secara simultan pada Minggu (2/6/2024) malam.

Sudah terpasang street furniture yang didesain tahan perubahan cuaca, penerang jalan umum (PJU) dengan desain artistik, pepohonan, tanaman bunga, dan vegetasi lainnya, dan guiding block yang berfungsi sebagai pemandu kalangan penyandang disabilitas.

Di sisi kanan jalan mengarah ke ekosistem pemerintahan, terdapat tulisan besar Nusantara pada permukaan batu andesit, yang dihiasi lampu warna warni.

Kendati diselingi hujan, namun para insinyur dan pekerja konstruksi bersemangat untuk menuntaskan infrastruktur dasar yang merupakan bagian dari pembangunan Batch I ini.

Selain untuk kedatangan Presiden Joko Widodo, beautifikasi Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat juga untuk menyambut upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Satgas Pelaksanaan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga kepada Kompas.com, Senin (3/6/2024) mengatakan, beautifikasi ini terus dikerjakan kendati hujan terjadi terus menerus.

"Memang kendalanya hujan. Tapi itu tak menghentikan Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) melakukan eskalasi pekerjaan hingga tuntas dan bisa digunakan pada saat uji coba nanti," tutur Danis.

Menurut Danis, Jalan Sumbu Kebangsaan menjadi salah satu infrastruktur yang diprioritaskan di KIPP sebagai jalur utama IKN yang akan dituntaskan seluruhnya.

Untuk diketahui, Jalan Sumbu Kebangsaan mencakup Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Sisi Timur. Keduanya merupakan salah satu akses utama yang dibangun untuk mendukung konektivitas IKN.

Masing-masing membentang sepanjang 2,99 kilometer dan 3,27 kilometer, dan telah dilengkapi terowongan multi utilitas atau multi utility tunnel (MUT).

Pembangunan jalan dan MUT dilakukan berbarengan karena posisi MUT dipasang di bawah tanah atau jalan dengan kedalaman kurang lebih 1,5-2 meter.

Teknologi MUT mengakomodasi tiga komponen, pertama adalah saluran drainase jalan, kedua, pipa air minum dan komponen yang tidak berkaitan dengan listrik, sedangkan ketiga untuk jaringan kabel listrik dan internet ditempatkan di kompartemen terpisah.

Dengan demikian, distribusi air minum di IKN disalurkan melalui MUT, dengan setiap lokasi akan terdapat fasilitas taping air minum.

Selain itu setiap 100 meter terdapat ruang untuk kontrol, di mana petugas perbaikan dan pemeliharaan dapat memasuki MUT melalui manhole.

https://ikn.kompas.com/read/2024/06/03/092651887/perkembangan-terkini-ikn-jalan-sumbu-kebangsaan-makin-cantik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar