Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Indeks Bela Negara di Atas 3, Sosialisasi Pemahaman soal IKN Makin Intensif

Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI G Eko Sunarto menyimpulkan, indeks di atas tiga tersebut menandakan bahwa pemahaman tentang pentingnya bela negara dan cinta Tanah Air di kalangan masyakarat demikian kuat.

"Di atas tiga ini sangat kuat, ini kami mengukurnya di seluruh Indonesia, lho. Sebaliknya, kalau di bawah tiga harus dipertanyakan," ujar Eko kepada Kompas.com, saat Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara lingkup pekerjaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, di Balikpapan, Selasa (25/6/2024).

Nilai dasar Indeks Bela Negara yang diukur adalah rasa cinta Tanah Air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban pada bangsa dan negara serta kemampuan awal bela negara.

Oleh karena itu, Kemhan sebagai pemimpin bidang pertahanan dan keamanan akan terus melakukan sosialisasi secara intensif tentang kesadaran bela negara ini, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimatan Timur.

Menurutnya, pembangunan IKN merupakan produk kebijakan pemerintah yang tidak mungkin menyengsarakan masyarakat, jadi harus didukung.

"Selama kita bangga terhadap pemerintah dan cinta Tanah Air, tidak mungkin pemerintah mengambil kebijakan yang menyengsarakan masyarakat. Itu prinsip bernegara, kita lahir di Indonesia, presiden juga lahir di Indonesia," tegas Eko.

Sosialisasi kesadaran bela negara ini terus dilakukan secara berkala dan akan makin intensif dilakukan, mengingat tantangan ke depan akan semakin berat.

Tantangan dimaksud bukan lagi tentang potensi-potensi perang yang melibatkan fisik, dan senjata, melainkan teknologi informasi yang rentan disusupi informasi-informasi tidak benar alias hoaks. 

"Selain itu, adalah kejahatan narkotika dan psikotropika yang harus diantisipasi dengan sangat serius melalui strategi-strategi pertahanan dan keamanan yang tepat," imbuh Eko.

Hal senada dikatakan Analis Kebijakan Madya Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Timur Eko Susanto.

Menurutnya, program pembangunan IKN memang menimbulkan pro dan kontra. Ada yang tidak setuju, namun banyak yang mendukung.

"Negara sebesar Indonesia tidak mungkin setuju semua terhadap pembangunan IKN. Menyatukan pemahaman terhadap sebuah program, tidak mudah. Itu menjadi tugas semua untuk membangun negeri ini sama-sama, kita kasih pengertian ada keuntungan besar di balik pembangunan IKN ini," tutur Eko.

Eko mengatakan, kota-kota dan kabupaten di Kalimantan Timur seperti Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara, dan lain-lain akan menerima dampak dari pembangunan IKN.

Kota-kota tersebut harus dapat mengantisipasi dampak IKN melalui peningkatan sosialiasi tentang potensi kearifan lokal, mempertahankan keharmonisan masyarakat Kalimantan Timur yang terdiri dari lebih 24 suku demi kelangsungan pembangunan IKN.

Eko mengakui, selain dampak positif, IKN juga menimbulkan dampak sosial, termasuk persoalan tanah.

"Namun, jika dampak-dampak ini dapat dikelola dengan baik, akan menjadi modal sosial yang kuat bagi Kalimantan Timur, dan Pemerintah Indonesia untuk terus melanjutkan pembangunan IKN secara bersama-sama," tuntas Eko.

Untuk diketahui, Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara pada lingkup pekerjaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Balikpapan ini diikuti oleh 250 orang.

https://ikn.kompas.com/read/2024/06/26/084001687/indeks-bela-negara-di-atas-3-sosialisasi-pemahaman-soal-ikn-makin-intensif

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com