Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jokowi Buka MTQ Nasional dan Berkantor di IKN Sampai 10 Oktober 2024

Tak seperti biasanya, pelaksanaan MTQN kali ini bakal digelar di dua tempat secara hybrid yakni di Kota Samarinda, dan Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Deputi Otorita IKN (OIKN) Agung Wicaksono mengungkapkan, usai membuka MTQN di Samarinda tersebut, presiden akan berkantor di Istana Garuda IKN hingga 10 Oktober 2024.

"Informasi terakhir seperti itu, sebulan berkantor di Istana Garuda," ujar Agung kepada Kompas.com, usai acara West Sulawesi Investment Forum 2024, di Balikpapan, Jumat (6/9/2024).

Pelaksanaan MTQN di Bumi Etam tahun 2024, disebutkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, sebagai momen MTQ paling istimewa.

"Ini MTQ istimewa. Karena tidak didapati pada MTQ-MTQ sebelumnya. Pertama kali digelar di IKN, dibuka secara hybrid di dua lokasi dan menjadi saksi sejarah sebagai festival keagamaan pertama yang diselenggarakan di IKN," tutur Sri Wahyuni.

Seluruh rangkaian MTQN akan berlangsung selama 10 hari, yakni pada 6 September hingga 16 September 2024.

Tak kurang sebanyak 6.000 peserta akan hadir di acara akbar yang dimeriahkan 15 artis Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Selain itu delegasi DKJ juga membawa 1.000 orang kafilah, Jawa Timur 1.000 orang kafilah, dan kota-kota besar lainnya dengan kekuatan yang sama.

"Itu cukup menggambarkan seberapa besar pamor MTQ Nasional di Kaltim kali ini," ungkap ucap Sri Wahyuni.

https://ikn.kompas.com/read/2024/09/06/200000587/jokowi-buka-mtq-nasional-dan-berkantor-di-ikn-sampai-10-oktober-2024

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com