Kepastian ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Istana Negara pada Jumat (11/10/2024).
"Maka pada hari ini saya akan meresmikan Istana Negara terlebih dahulu, dan nanti untuk Istana Garuda akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Jokowi mengungkapkan, alasan belum diresmikannya Istana Garuda karena masih ada pekerjaan finishing. Selesainya dimungkinkan memakan waktu sampai satu bulan ke depan.
Bahkan, Istana Garuda telah digunakan oleh Jokowi untuk menggelar sidang dan rapat kabinet paripurna perdana dan terakhir, pada Agustus dan September 2024.
Sementara untuk Istana Negara memang secara fisik pembangunannya sudah tuntas dan fungsional saat perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 2024.
Kedua istana tersebut merupakan bagian dari pembangunan Kawasan Istana Presiden yang termasuk dalam ekosistem pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Kemudian kantor staf khusus presiden, kantor sekretariat presiden dan kantor sekretariat negara, mess paspampres, lapangan upacara dan penataan Lanskap KIPP.
Atap Istana Garuda dihiasi bilah Kepala Garuda dengan panjang empat hingga 16 meter yang terbuat dari baja tahan korosi ini menutup atap struktur Kantor Presiden yang telah dibangun dengan akselerasi tinggi.
Bilah selubung ini berjumlah total 4.661 unit yang terbagi atas 16 segmen yang dikerjakan selama 15 bulan.
Tak hanya kepak sayap Burung Garuda yang membentang 230 meter yang menarik perhatian, juga arsitektural dan interior yang dirancang dengan mengadopsi langgam Nusantara.
Berikut penataan interior Istana Garuda yang sebelumnya dinamai Istana Presiden IKN:
Berada di Lantai Bawah 2. Elemen kayu mendominasi pada lantai dan ceiling. Dinding area ini dilapisi marmer Ujungpandang.
Berada di Lantai Bawah 1. Dilengkapi dengan dua pasang tangga berjalan (eskalator) dengan void tinggi. Lantai dan dindingnya dilapisi marmer.
Dari area ini, pengunjung atau tamu bisa menikmati pemandangan lansekap Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) melalui bukaan kaca yang tinggi menyentuh lantai.
Terletak di Lantai Dasar. Lobby utama ini dilengkapi dua tangga di sisi kiri dan kanan dengan railing artistik yang terbuat dari baja tahan karat.
Pada foyer luas ini, pengunjung atau tamu disuguhi cahndelier dan tempat duduk yang juga dirancang tak kalah artistik, senafas dengan tangga yang dibuat meliuk.
Terletak di lantai Mezzanine 1. Terdapat lukisan Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno (Bung Karno) dengan kostum kebesaran berwarna putih, lengkap dengan peci hitam dan dasi bersepuh senada.
Lantai di ruang sirkulasi ini terbuat dari tegel yang didatangkan langsung dari Yogyakarta. Sementara dindingnya dilapisi marmer Ujungpandang.
Berada di lantai 1, ruang rapat kabinet ini sarat dengan elemen dekoratif berwana tanah atau earth tone.
Lantainya terbuat dari kayu solid, senada dengan ceiling dan lampu yang berbentuk menyerupai lembaran pita.
Di tengah ruang ditempatkan meja oval berukurang besar. Kursi-kursi ditara teratur dan rapi, ditempatkan mengikuti bentuk meja.
Terletak di Lantai Mezzanine 2, ruang tunggu ini dirancang cozy dengan warna lebih berani dibanding Ruang Rapat Kabinet. Terdapat aksen merah di tengah dominasi warna tanah.
Dari ruang tunggu ini, peserta rapat bisa menikmati suguhan taman dengan vegetasi khas iklim tropis melalui kaca tinggi hingga menyentuh lantai.
7. Ruang Kerja Presiden
Ruang kerja presiden berada di Lantai 2. Karpet tebal berwarna merah menjadi melalui kaca tinggi hingga menyentuh lantai vocal point, selain tentu saja chandelier yang menggantung anggun di ruang kerja ini.
Lagi, earth tone mendominasi ruangan. Di sini terdapat elemen interior satu-satunya yang didatangkan dari mancanegara, Afrika, yakni pelapis lantai marmer Labradorite.
Untuk diketahui, seluruh material interior Kantor Presiden merupakan produk lokal (dalam negeri), yang terutama menonjol adalah marmer Ujungpandang pada lapisan dinding, dan tegel yang diproduksi di Yogyakarta.
https://ikn.kompas.com/read/2024/10/16/055033587/istana-garuda-bakal-diresmikan-prabowo-seperti-apa-interiornya