Mereka terdiri dari para arsitek muda yang memiliki rekam jejak karya-karya luar biasa dengan skup Asia dan Afrika. Bahkan, beberapa di antaranya menawarkan kebaruan langgam.
Ketika Pemerintah mengumumkan sayembara gagasan desain dan masterplan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2020, Alien DC menganggapnya sebagai ruang hidup atau living lab untuk karya-karya terbaik yang mereka persembahkan.
Di bawah bendera PT Alien Bangun Nusantara, Hardyanthony Wiratama (Hardy) yang memimpin Alien DC sejak 2016, pun ikut dalam "pertarungan" antar konsultan arsitektur memperebutkan proyek-proyek prestisius di IKN.
Hardy merupakan arsitek muda lulusan Departemen Arsitektur Universitas Indonesia (UI). Sebelumnya, dia memiliki pengalaman bekerja di beberapa konsultan arsitek dan interior di Singapura, dan berlanjut dengan berkarya di dalam negeri, membangun IKN.
Hardy dibantu sejumlah profesional seperti Nifan Sovella sebagai Wakil Direktur, Muhammad Syaiffudin sebagai Direktur Interior, Aditya W Fitrianto selaku Direktur Arsitektur, dan Dodi Ardianto sebagai Direktur PQPL.
Memang, usia Alien DC belumlah sematang firma arsitektur legendaris lainnya macam Han Awal and Partners (HAP), atau Anggara Architeam yang hadir belakangan.
Namun, Alien DC kemudian terlibat dalam rancang dan bangun (design and build) sejumlah bangunan penting di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Rancangan Alien DC yang tak biasa, meliuk-liuk di tengah tipikal bangunan kantor kotak-kotak standar, membuat publik terkesima.
Kompleks Gedung Kantor Kemenko 4 dirancang sebagai bagian dari ekosistem perkantoran Kemenko yang terletak di samping sisi barat dan timur Plaza Seremoni, atau di depan Kompleks Istana Kepresidenan.
Perencana awal (basic design) proyek ini adalah Urban+ yang membawa konsep sesuai dengan Nagara Rimba Nusa sebagai pemenang gagasan desain IKN yang mengusung prinsip-prinsip kota hutan (forest city).
Bangunan yang hadir di IKN juga mesti memiliki konsep bangunan hijau dan berkelanjutan, seraya tak melupakan kreativitas dan terobosan untuk bebas dari koorptasi langgam kotak-kotak..
Terkait hal ini, Direktur Arsitektur Alien DC Aditya W Fitrianto mengungkapkan, desain kompleks Gedung Kantor Kemenko 4 memiliki bentukan organik yang meliuk alias curve, tidak kotak untuk memberikan rasa dinamis dan kesatuan dengan bentukan kontur kawasan yang memang tidak rata.
Dengan diberikan facade bangunan yang berteras dan berkanopi, memberikan nuansa shading (bayangan), sehingga mengurangi efek terik panas pada bidang facade bangunan.
"Dan ditambahkan facade hijau berupa tanaman dan pohon kecil pada teras gantung di sekeliling bangunan," terang Aditya kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.
Dia melanjutkan, secara kawasan dibuatkan konsep lansekap yang memberikan nuansa hijau rimbun dengan ragam tanaman dari endemik maupun dari luar untuk membantu suasana rimba kota.
Selain jalan pedestrian pada lantai dasar juga dibuatkan jalur pedestrian alternatif atau second walkway yang menghubungkan tiap 4 bangunan di dalam kompleks.
Diharapkan bangunan-bangunan yang ada, terlihat tersembunyi di balik facade hijau dan rimbunnya pepohonan.
Warna bangunan pun diatur dengan sapuan natural, seperti abu-abu, coklat, dan hijau.
"Saat ini kompleks Gedung Kemenko 4 masih dalam penyelesaian, dengan jadwal serah terima bertahap hingga seluruhnya tuntas pada Desember 2024," ungkap Aditya.
Selain Kompleks Gedung Kantor Kemenko 4, Alien DC juga menangani Rumah Susun (Rusun) ASN 3 yang merupakan bagian dari enam paket rusun yaitu 4 paket Rusun ASN dan Rusun BIN/Polri dan Paspampres. Masing-masing paket terdiri dari 6-9 menara Rusun.
Perencana awal (basic design) paket rusun terdiri dari beberapa arsitek senior dibentuk oleh Direktorat Rumah Susun PUPR yang dipimpin oleh Satrio Herlambang.
Paket Rusun ASN 3 terdiri dari 12 lantai yang mencakup 2 lantai fasilitas dan 10 lantai unit rusun sekelas apartemen menengah atas di Jakarta.
"Rencananya semua unit akan diserahkan berikut perabotnya (full furnished), sehingga para penghuni rusun datang tinggal membawa koper saja," ucap Aditya.
Secara facade dan lanskap kawasan, sama dengan kavling lain yakni tetap mengedepankan forest city.
Saat ini Rusun ASN 3 akan siap 1 tower untuk bulan Desember 2024 untuk kemudian dilanjutkan hingga Maret 2025 dan secara bertahap diselesaikan sisa 5 menara lainnya.
Secara paralel, Alien DC juga mengerjakan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia (BI) yang berbeda dengan paket lain karena menggunakan dana non-APBN.
Perencana awal adalah Georgeous Budi Yulianto dari Yayasan Universitas Parahyanggan, Bandung, Jawa Barat.
Kompleks Perkantoran BI ini berbeda dengan paket lain karena mengusung konsep masa depan, melalui bentuk Garuda Digital.
Garuda Digital ini dirancang tengah mendarat atau merunduk dengan bentang sayap dan facade lengkung dinamis, memberikan nuansa futuristik pada kawasan ini.
"Tahap 1 Kompleks Perkantoran BI ini akan selesai dan siap digunakan pada Desember 2024 ini," cetus Aditya.
Posisinya berada pada sisi aksis sumbu kebangsaan, tepatnya timur laut dari Titik Nol Nusantara.
Rancangan awal Masjid Negara ini dikerjakan oleh seniman pematung Nyoman Nuarta bersama tim arsitek yang dibentuknya.
Awalnya, masjid ini memiliki kapasitas 25.000 jemaah saat masa puncak Hari Besar Keagamaan seperti Lebaran.
"Tapi kemudian diminta oleh Kurator IKN Ridwan Kamil untuk ditingkatkan menjadi dua kali lipat daya tampung awal. Hal ini membuat proses penyesuaian rancangan berikut review Komite Kehandalan Bangunan Gedung (KKBG) berjalan lebih lambat," terang Aditya.
Majid Negara terdiri dari tiga bagian yaitu Kubah Utama, Plaza Terbuka dan Minaret. Kubah Masjid mengambil konsep simbol sorban dan bentukan galaksi andromeda sebagai ketakberhinggaan semesta alam raya.
Kemudian Plaza Terbuka memberikan ketegasan aksis arah Kiblat, menerus ke arah Menara Minaret. Bentukan Minaret yang dinamis menghadirkan putaran semesta meliuk ke atas atau keilahian.
Proses konstuksi masih berlangsung, diharapkan secara parsial tahapan tutup atap pada bulan Desember 2024 dan dapat digunakan Sholat Ied secara pada akhir bulan Maret 2025.
Kantor ini berbentuk membulat sebagai simbol pusat dan tetap mengusung forest city. Seperti facade berlapis (second skin), facade hijau, dan ruang hijau (green roof n plaza) pada bangunan ini.
"Kantor Otorita ini dirancang oleh Urbane dan diharapkan selesai pada Desember 2024," buka Aditya.
Dia menjelaskan, secara keseluruhan, proses pembangunan dilakukan dengan koordinasi yang ketat dan padat yang dipimpin Manajer Konstruksi Induk (MKI) bersama dengan Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Para penyedia jasa (kontraktor dan perencana) pemenang tender memulai konstruksi yang diikuti proses tinjauan oleh tim khusus KKBG dan kurasi tim kurator yang dipimpin Ridwan Kamil.
"Selanjutnya, masuk proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) melalui sidang Tim Persetujuan Ahli (TPA) dari tiap bidang (arsitektur, struktur, mekanikal eklektrikal plumbing, dan bangunan gedung hijau)," jelas Aditya.
Selain menjadi penyedia jasa rancang bangun, Alien DC juga mengerjakan sejumlah proyek basic design beberapa bangunan kantor di IKN.
"Di antaranya kantor Bank BTN, Bank BNI, Bank Mandiri dan BPJS. Dan juga masih menjalankan beberapa proses tender perencana basic design dan detail engineering design (DED) untuk beberapa paket pembangunan di IKN," tuntas Aditya.
https://ikn.kompas.com/read/2024/11/05/160309587/alien-dc-kumpulan-arsitek-muda-di-balik-indahnya-lekukan-gedung-gedung-ikn