Menurutnya sudah ada beberapa investor yang akan melaksanakan prosesi peletakan batu pertama proyek pembangunan, namun sebelum itu harus melaporkan rencana dan kegiatan ini terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Kemarin sebetulnya sudah ada beberapa yang mau groundbreaking lagi, tapi belum. Saya lapor Pak Presiden dulu," tutur Basuki saat kunjungan kerjan ke Kantor Kementerian PPN/Bappenas.
Basuki juga akan melaporkan progres pembangunan IKN sampai dengan November, baik pembangunan fisik dan non-fisik.
Pertemuan tersebut juga sekaligus membahas timeline pembangunan IKN atas arahan Presiden Prabowo yang dibagi menjadi tahun 2025 dan tahun 2028.
"2025 saya sudah koordinasi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) tentang kepastian kepindahan awal ASN. Kalau itu emang jadi, apa yang harus dilakukan, ekosistem pada 2025," lanjut Basuki.
Adapun arahan pembangunan IKN hingga tahun 2028 adalah penyelesaian pembangunan ekosistem legislatif, yudikatif, eksekutif, serta sarana dan prasarana.
Sementara itu, hingga November ini, OIKN telah menerima lebih dari 500 letter of intent (LoI) atau surat pernyataan minat investasi dari para calon penanam modal.
"500 lebih, yang paling penting kan adalah LoI yang memang betul-betul untuk investasi ya, jadi yang kita proses LoI yang investasi," ujar Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono.
Artinya, minat investasi bukan hanya berasal dari badan usaha yang mau menanamkan modalnya di IKN, tetapi juga dari vendor atau kontraktor yang menawarkan jasa mereka.
https://ikn.kompas.com/read/2024/11/20/100000287/ada-groundbreaking-ke-9-di-ikn-basuki-lapor-prabowo-