Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN Tonny Agus Setiono memastikan hal itu kepada Kompas.com, Jumat (3/1/2025).
"Belum ada lagi yang akan melaksanakan PoC," ujar Tony.
PoC adalah sebuah demonstrasi atau percobaan yang dilakukan untuk membuktikan bahwa sebuah ide, metode, atau teknologi tertentu dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan.
Tujuan utama dari PoC ini adalah untuk memvalidasi apakah sebuah konsep atau teori memiliki potensi untuk diterapkan dalam skala yang lebih besar di IKN.
Sebelumnya, train set CRRC Qingdao Sifang menjalani PoC dengan penilaian yang didukung oleh tim evaluasi independen yang terdiri dari para pakar transportasi dan teknologi sistem kendali otonom tiga perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan praktisi profesional di Indonesia.
Penilaian PoC atas Trem CRRC Sifang ini berlangsung sejak 12 September 2024 hingga 22 Oktober 2024 di area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dengan dua rute pengujian yang mencakup area di sekitar Kemenko 1–4, serta Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Timur.
Evaluasi tim ahli penilai PoC terfokus pada skenario pengujian seperti pengereman darurat, kemampuan otonom, dan performa baterai untuk memastikan teknologi TOT siap diimplementasikan di IKN.
Rekomendasi penilaian juga termasuk perlunya penyempurnaan operasional trem secara otonom, peningkatan fitur adaptasi dan keselamatan pada situasi mixed traffic, serta pembaruan sistem komunikasi agar sejalan dengan persyaratan keamanan siber di IKN.
Kesimpulannya, ada tiga catatan penting dari hasil temuan tim penilai. Pertama, TOT CRRC Qingdao Sifang belum bisa berfungsi secara otonom.
Pengemudi masih tetap duduk memegang kemudi (steer) dan selalu bersiap untuk mengambil alih (override) kendali otomatis ke manual.
Hal ini memperlihatkan bahwa penyedia teknologi belum yakin penuh pada keandalan (realibilitas) sistem kendali otonomnya.
Catatan kedua adalah performa sistem otonom belum teruji sepenuhnya. Tidak terdapat rencana kecepatan dan pengereman per rute jalan atau programmable route control.
Selain itu beberapa skenario perjalanan yang diminta untuk pengujian otomatisasi masih memerlukan pengaturan ulang di lapangan.
Dengan demikian, ART CRRC Qingdao Sifang ini belum terbukti memiliki sistem otonom yang adaptif terhadap berbagai kondisi yang mungkin terjadi selama operasional.
Catatan ketiga, sistem pengereman otonom pada trem ini juga belum menunjukkan kemampuan pengereman, pengurangan kecepatan ataupun pemberian peringatan secara otomatis bila dijumpai adanya penghalang atau obyek yang melintas.
Dari berbagai hasil temuan dan pengujian di lapangan, Tim Penilai PoC TOT menyimpulkan bahwa mode otonom belum berfungsi optimal karena masih harus ada intervensi manual pengemudi dalam keadaan darurat.
Selain itu, sistem kendali otonom ART pada PoC belum menunjukkan kemampuan bidireksional (dua arah).
https://ikn.kompas.com/read/2025/01/03/142928987/setelah-kegagalan-trem-otonom-china-belum-ada-lagi-yang-poc-di-ikn