Hal ini menyusul kinerja Otorita IKN dalam bidang transformasi hijau dan digital sepanjang kurun 2024.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi menuturkan, pembangunan infrastruktur digital yang modern dan terintegrasi mulai direalisasikan dengan terpasangnya berbagai perangkat Internet of Things (IoT) dan fasilitas pendukung kota cerdas.
Menurut Ale, ada sejumlah indikator konsep smart forest city IKN mulai terwujud. Di antaranya adalah terbangunnya jaringan sensor perkotaan yang saling terintegrasi, 40 sensor kebakaran hutan yang dapat menghitung tekanan udara, dan temperatur dan kelembaban.
Selain itu terdapat pula 1 sensor banjir untuk mengukur Kedalaman Air Sungai, 1 sensor kualitas udara untuk mengukur konsentrasi polutan, dan lebih dari 90 kamera CCTV yang turut mendukung berjalannya sistem keamanan melalui analitik video di IKN.
Pengoperasian Integrated Command and Control Center (ICCC) IKN tahap 1 di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) telah berperan dalam pengawasan pembangunan dan operasional kota, serta pengelolaan keamanan dan bencana melalui kolaborasi dengan TNI, Polri, dan instansi lainnya.
Pembangunan infrastruktur digital juga telah berjalan pesat melalui Multi Utility Tunnel (MUT) yang mengintegrasikan jaringan telekomunikasi dengan utilitas lainnya telah mencapai penggelaran lebih dari 40 km kabel Fiber Optic, terbangunnya 19 menara BTS dan 20 Mobile BTS, dan juga dukungan penggunaan konektivitas berbasis satelit melalui Bakti dan Starlink.
Terdapat pula sistem monitoring PLTS IKN di WP-5 IKN yang mencatatat telah memproduksi energi hijau sebanyak 11.55 GWh selama masa operasinya.
Energi yang dihasilkan ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 5,49 ribu ton CO2eq atau setara dengan penanaman 7,5 juta pohon.
"Monitoring ini terus dilakukan sejak beroperasinya sistem 10 MW PLTS IKN (per Februari 2024) untuk memastikan kinerja optimal dari kapasitas string sebesar 13.500 MWp," ungkap Ale.
Aplikasi ini diperkuat peluncuran Portal Satu Data Nusantara, yaitu satu sistem terintegrasi untuk memastikan konsistensi, akurasi, dan efisiensi data lintas sektor di IKN, yang mendukung Kebijakan Satu Data Nasional.
Pembangunan sistem e-Government juga telah dimulai dengan peluncuran Aplikasi Perizinan untuk mempermudah proses perizinan investasi, pembangunan, dan layanan lainnya untuk masyarakat dan investor.
"Ini disertai juga dengan aplikasi pemindahan ASN untuk memberikan layanan digital untuk mendukung proses pemindahan ASN ke IKN dengan transparansi dan efisiensi tinggi," tambah Ale.
Dalam rangka mendukung pengembangan IKN sebagai kota cerdas berkelanjutan untuk masa depan, beberapa pendekatan dalam pemetaan dan pengawasan keamanan pun dilakukan.
Perangkat ini diterbangkan di kawasan yang sudah dan belum terbangun di delineasi IKN untuk mempermudah fungsi pengendalian pembangunan, monitoring wilayah, dan perencanaan tata ruang berbasis data geospasial.
Selain itu, dalam bidang pengawasan dan keamanan, sejumlah kamera yang terpasang di IKN disematkan dengan AI analytics.
Software ini digunakan untuk pengenalan objek, deteksi insiden, dan peningkatan keamanan publik di wilayah IKN.
Dalam bidang tata kelola IT (governance), Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital telah mempersiapkan beberapa dokumen yang dipergunakan untuk kegiatan perencanaan dan penyelenggaraan kota cerdas IKN.
Hal ini tertuang utuh dan umumnya pada buku Cetak Biru Kota Cerdas Nusantara, serta dokumen lanjutannya dalam bidang layanan kota cerdas lainnya berupa panduan enterprise architecture dan pedoman bangunan Gedung Cerdas (BGC) IKN.
Terakhir, dalam bidang data, buku NSPK Penyelenggaraan Satu Data Nusantara dan ISO Kebijakan Privasi Data memastikan keamanan dan kedaulatan tata kelola, proses bisnis, dan juga pelaksanaan prinsip satu data Otorita IKN.
Dalam bidang pengembangan masyarakat, kegiatan pelatihan dan juga edukasi juga dilakukan dalam bidang pelatihan IT dan pengenalan teknologi serta prinsip kota cerdas IKN.
Kegiatan coding mum, difabel, dan solar mum, misalnya, telah dilaksanakan sebanyak empat batch dalam dua tahun ini dan menghasilkan 120 peserta terpelajar dalam bidang coding dan pemanfaatan lampu surya.
Sementara itu, Rumah Teknologi Nusantara, yang menjadi destinasi wisata bagi para pengunjung dalam melihat visi penerapan teknologi perkotaan IKN, telah dikunjungi hingga lebih dari 14.000 orang meliputi wisatawan nasional dan internasional.
"Upaya pengembangan manusia juga menjadi hal yang penting dalam transformasi digital di IKN," tuntas Ale.
https://ikn.kompas.com/read/2025/01/09/161136887/transformasi-kota-cerdas-ikn-mulai-terealisasi