Kondisi inilah yang mendorong Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menawarkan kerjasama operasi (KSO) sistem pengelolaan air minum (SPAM) dengan sejumlah pihak.
Salah satunya adalah PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) yang mengelola air baku dari empat sumur yang dimiliki.
KKT merupakan perusahaan patungan yang sahamnya dikempit PT Pelindo (Persero) 50 persen dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 50 persen.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PTMB, PT KKT, dan Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah pun digelar di Balikpapan, Senin (20/1/2025).
Menurut Sekretaris Perusahaan PT KKT Tani Wijaya, KKT saat ini mengelola empat sumur bor dengan kapasitas produksi air baku 10 liter per detik
"Sementara penampungan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) di reservoir dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton per reservoir," ujar Tani.
Selama ini, air bersih tersebut disalurkan untuk kebutuhan kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan KKT.
Terkait tawaran KSO dengan PTMB, Tani mengatakan akan dibicarakan lebih lanjut saat PTMB dan Komisi II DPRD Kota Balikpapan kunjungan ke lapangan.
Sementara itu, Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin menuturkan, pertemuan bersama KKT dan Komisi II DPRD Kota Balikpapan merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Terpilih Kaltim Rudy Mas'ud dan Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh di KKT.
"Bahwa ternyata, di KKT itu masih ada debit air yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat. Kalau itu diserahkan ke PTMB, akan kami salurkan ke masyarakat," ungkap Yudhi.
Telebih selama peraturannya mendukung, Yudhi memastikan PTMB siap membantu memasok kebutuhan air di wilayah-wilayah seperti Balikpapan Utara yang memang saat ini belum 100 persen tercukupi.
"Nanti kami akan follow up lagi untuk kejelasannya. Tinggal instalasi pipa saja. Kami targetkan tahun ini bisa terealisasi. Pada tahun 2025 juga kami optimalisasi, rehabilitasi, dan kalau ada bantuan sumber air baku yang betul-betul bisa kami manfaatkan dan tidak melanggar aturan, kami pasti ambil," tutur Yudhi.
Hal senada dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah, bahwa kolaborasi ini diperlukan untuk mengatasi masalah klasik pasokan air baku Kota Balikpapan.
"Alhamdulillah, tadi kami berhasil juga membawa calon rekanan, yaitu KKT. Besok (Selasa) kami akan kunjungan lapangan berkaitan dengan air baku," kata Fauzi.
Dia berharap air baku dari KKT bisa dimanfaatkan lebih maksimal, karena dari total kapasitas 300 liter per detik, yang baru dimanfaatkan 150 liter per detik.
Jadi, ada potensi cadangan air baku 150 liter per detik untuk digunakan dan dialirkan ke Kota Balipapan.
Cadangan air baku 150 liter per detik ini bisa menutup kekuarangan sekitar 1.000 satuan sambungan rumah.
"Setelah kunjungan di lapangan, baru kami akan melakukan kajian-kajian. Karena itu tidak serta merta bisa langsung melakukan teken Memorandum of Understanding (MoU). Harus disinkronkan dengan persyaratan-persyaratan atau peraturan-peraturan yang ada," tuntas Fauzi.
Untuk diketahui, kebutuhan air dengan asumsi konservatif di Kota Balikpapan mengalami peningkatan pelayanan 7,5 persen menjadi 75 persen pada 2029 nanti.
Sementara Peningkatan Pemakaian Air Domestik mencapai 1 meter kubik m3 per bulan menjadi 23,5 meter kubik per bulan.
Adapun Peningkata Pemakaian Air Non Domestik mencapai 1 meter kubik per bulan menjadi 59,5 meter kubik per bulan.
Sedangkan proyeksi kebutuhan air dengan asumsi optimistis mengalami peningkatan pelayanan 7,5 persen per tahun menjadi 75 persen (2029).
Dan Peningkatan Pemakaian Air Domestik 1,5-3,0 meter kubik per bulan menjadi 28,5 meter kubik per bulan, serta Non Domestik 1 meter kubik per bulan menjadi 59,5 meter persegi per bulan.
https://ikn.kompas.com/read/2025/01/20/194713187/tingkatkan-akses-air-bersih-balikpapan-ptmb-bakal-gandeng-kkt