Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Basuki Mengaku Hanya Punya Modal Niat Baik Saat Mulai Bangun IKN

Hal tersebut ia sampaikan dalam wawancara bersama Kompas.com dalam acara GASPOL People, Sabtu (1/2/2025).

Seperti diketahui, pembangunan IKN pertama kali dimulai tahun 2022 silam. Saat itu, di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, diputuskan bahwa Ibu Kota Indonesia akan pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Pak Bas, sapaan akrab Basuki, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bersama anak buahnya ditugaskan membangun infrastruktur setempat mulai dari awal.

Meski sudah bertugas puluhan tahun di Kementerian PUPR, Basuki sama sekali belum memiliki pengalaman untuk membangun sebuah kota dari nol.

“Tidak ada satupun orang di PUPR yang mempunyai pengalaman membangun kota. Kalau membangun infrastruktur semua bisa. Termasuk saya. Kami dengan teman-teman di PUPR waktu ini hanya memiliki niat baik untuk membangun IKN,” jelasnya.

Pembangunan IKN pun dimulai dengan sayembara gagasan desain konsep ibu kota baru.

Sayembara tersebut kemudian dimenangkan oleh firma arsitektur lokal, URBAN+, dengan konsep Nagara Rimba Nusa.

Basuki mengakui tantangan yang paling berat saat memulai pembangunan IKN adalah masalah distribusi logistik.

“Tantangan yang paling berat adalah kita memikirkan logistiknya bagaimana datang ke sini. Makanya kita membangun Dermaga logistik di Pulau Balang itu,” papar Basuki.

Beberapa tantangan lain yang dihadapi adalah soal kemampuan penyedia jasa, ketersediaan sumber daya manusia (SDM), SDM ahli, konsultan hingga kontraktor yang hendak bekerja.

“Kita ajak mereka untuk bangun sejarah. Jangan ada yang main-main. Kita membangun kualitas, estetika dan keberlanjutan,” tandas Basuki.

https://ikn.kompas.com/read/2025/02/02/203615887/basuki-mengaku-hanya-punya-modal-niat-baik-saat-mulai-bangun-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com