Salah satu fokus utama dalam Musrenbang kali ini adalah pembangunan infrastruktur, dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp 10 triliun.
Namun, di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan hanya sekitar Rp 4 triliun. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kota dalam mewujudkan rencana pembangunan tersebut.
Dalam Musrenbang, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa proyek infrastruktur yang menjadi prioritas antara lain peningkatan jalan dan jembatan, pembangunan fasilitas air bersih dan sanitasi, pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan kawasan industri dan pariwisata.
Tantangan Anggaran
Dengan kebutuhan anggaran infrastruktur mencapai Rp 10 triliun, sementara PAD hanya Rp 4 triliun, pemerintah kota harus mencari solusi untuk mengatasi kekurangan anggaran tersebut.
Beberapa opsi yang mungkin dilakukan antara lain mencari sumber pendanaan dari pemerintah pusat atau provinsi, menjalin kerja sama dengan pihak swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.
Meskipun menghadapi tantangan anggaran yang besar, pemerintah kota tetap optimistis dapat mewujudkan rencana pembangunan infrastruktur tersebut.
"Dengan kerja keras dan dukungan dari semua pihak, diharapkan Kota Balikpapan dapat terus berkembang dan menjadi kota yang lebih maju dan sejahtera," ujar Rahmad, Selasa (18/3/2025).
https://ikn.kompas.com/read/2025/03/18/235050187/balikpapan-prioritaskan-pembangunan-infrastruktur-meski-anggaran-seret