Kepada Kompas.com, Jumat (11/4/2025), Nyoman mengungkapkan, sejumlah proyek yang dikerjakannya adalah Istana Garuda, patung Sayap Pelindung dan dua tokoh proklamator Soekarno-Hatta di Taman Kusuma Bangsa, serta patung lepas landas (take off) di Bandara VVIP IKN.
"Semuanya bisa kami rampungkan dalam waktu hanya satu tahun. Padahal kompleksitas pekerjaannya demikian rumit. Terutama Istana Garuda,” ujar Nyoman.
Keberhasilan ini menegaskan reputasinya sebagai seniman visioner yang mampu menggabungkan estetika, simbolisme, dan efisiensi dalam karya-karyanya.
1. Istana Garuda
Istana Garuda yang menjadi bagian dari kompleks Istana Kepresidenan di IKN, adalah karya arsitektur megah yang dirancang Nyoman Nuarta dengan konsep archsculpt, perpaduan seni patung dan arsitektur.
Bentuk burung Garuda dengan sayap terbentang melambangkan kekuatan, persatuan, dan kedaulatan Indonesia. Istana ini bukan sekadar tempat presiden berkantor, tetapi juga dirancang sebagai ikon nasional yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
Nyoman Nuarta merancang setiap detail untuk mengintegrasikan nilai budaya Indonesia, menjadikannya karya monumental yang diharapkan menginspirasi generasi mendatang.
Istana Garuda dibangun dengan material seperti baja, tembaga, dan kuningan, yang seiring waktu akan menghasilkan patina hijau toska, serupa dengan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, karya Nyoman Nuarta sebelumnya.
Proyek ini menunjukkan dedikasinya dalam menciptakan karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga tahan lama dan bermakna mendalam.
Di sisi lain, patung Sayap Pelindung dan sepasang proklamator RI Bung Karno-Bung Hatta di Taman Kusuma Bangsa dirancang sebagai ruang publik yang mengundang masyarakat untuk merenung dan bersatu.
Taman ini menjadi simbol harmoni dan keberagaman bangsa Indonesia. Nyoman Nuarta menuangkan visinya untuk menciptakan karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menggugah jiwa, memperkuat rasa kebangsaan di tengah lanskap modern IKN.
3. Patung Take Off di Bandara VVIP
Patung lepas landas yang berdiri di Bandara VVIP IKN menjadi tengara baru yang menyambut setiap kedatangan dengan semangat juang dan kemajuan.
Karya ini melambangkan Indonesia yang siap lepas landas menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dengan desain dinamis, patung ini menegaskan identitas IKN sebagai pusat pemerintahan yang modern dan berwawasan global.
Meski menghadapi tantangan seperti cuaca dan logistik, Nyoman Nuarta mampu mengoordinasikan pembuatan dan pengiriman ribuan bilah material dari Bandung ke IKN dengan presisi tinggi.
Proyek-proyek ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga visi seni yang mendalam, yang telah menjadi ciri khas Nyoman Nuarta sejak karya-karyanya seperti GWK, Monumen Jalesveva Jayamahe, dan Patung Arjuna Wijaya.
Menurutnya, Istana Garuda, Istana Negara, Taman Kusuma Bangsa, dan Patung Take Off di Bandara VVIP akan menjadi fondasi visual dan simbolis bagi ibu kota baru ini.
Karya-karya ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga menarik perhatian dunia, mendorong pariwisata, dan menggerakkan ekonomi lokal.
https://ikn.kompas.com/read/2025/04/11/193159887/nyoman-nuarta-bangun-istana-garuda-dan-patung-lain-di-ikn-hanya-setahun