Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Strategi Pertahanan IKN, Kodam Mulawarman Fokus Kemandirian Logistik

Kodam VI Mulawarman, yang mencakup wilayah pertahanan militer Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan, memainkan peran kunci dalam mendukung pengamanan IKN.

Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menuturkan, strategi pertahanan IKN mengintegrasikan pengamanan fisik, pemanfaatan teknologi non-konvensional, dan penguatan kemandirian logistik untuk mendukung kedaulatan dan stabilitas wilayah.

Saat ini, Kodam VI Mulawarman melaksanakan pengamanan fisik IKN sesuai arahan Markas Besar TNI. Pengamanan ini mencakup penempatan personel di titik-titik strategis dan pemanfaatan alat utama sistem senjata (alutsista) yang tersedia.

“Kami memanfaatkan apa yang sudah ada di sekitar IKN, namun konsep pengamanan dan alutsista sepenuhnya mengikuti kebijakan dari Jakarta,” ungkap Rudy, menjawab Kompas.com, Rabu (16/4/2025).

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap langkah pertahanan selaras dengan rencana nasional, dengan Kodam VI Mulawarman berperan sebagai pelaksana di lapangan.

Untuk mendukung pengamanan, Kodam VI Mulawarman terus membangun postur kekuatan di wilayah IKN.

Salah satu inisiatif adalah pembentukan batalyon baru, termasuk Batalyon Tempur Pilihan Inti (TPI) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang menjadi bagian dari lima kesatuan baru yang direncanakan.

Meski masih dalam tahap perencanaan, setiap batalyon diperkirakan membutuhkan sekitar 1.196 personel, dengan total kebutuhan sekitar 6.000 prajurit yang akan direkrut secara bertahap.

Pemanfaatan Teknologi Non-Konvensional

Selain pengamanan fisik, Kodam VI Mulawarman juga mengadopsi strategi non-konvensional untuk menghadapi tantangan geografis.

Teknologi seperti drone dan patroli udara dimanfaatkan untuk memantau area yang sulit dijangkau, seperti daerah perbatasan RI-Malaysia yang berdekatan dengan IKN.

“Di wilayah yang sulit ditempati personel secara fisik, kami mengandalkan teknologi seperti drone dan patroli udara untuk menjaga kedaulatan,” jelas Pangdam.

Interoperabilitas antar-matra juga ditingkatkan, memastikan sinergi antara angkatan darat, udara, dan laut dalam operasi pertahanan.

Pendekatan ini sangat relevan mengingat tantangan geografis di Kalimantan, termasuk medan hutan dan sungai yang menyulitkan mobilitas.

Pengalaman Kodam dalam mengelola perbatasan, seperti di Krayan dan Malinau, menjadi referensi penting.

Di perbatasan, Kodam telah menggunakan drone untuk menggantikan kehadiran fisik di area yang sulit dijangkau, seperti wilayah Malinau yang terisolasi akibat logistik terbatas.

Strategi serupa diterapkan di IKN untuk memastikan cakupan pengawasan yang lebih luas dan efisien.

https://ikn.kompas.com/read/2025/04/16/140000487/strategi-pertahanan-ikn-kodam-mulawarman-fokus-kemandirian-logistik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com