Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Fakta-Fakta Terbaru tentang IKN Selama April 2025

Berikut adalah fakta-fakta terbaru yang menarik untuk disimak hingga April 2025:

1. Anggaran Pembangunan Kembali Lancar

Setelah sempat ada pemblokiran, anggaran pembangunan IKN untuk tahun 2022-2024 dan tahap selanjutnya telah dibuka kembali.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan Otorita IKN kini dapat melanjutkan dan mempercepat berbagai proyek infrastruktur yang sedang berjalan.

2. Tender Proyek Baru Senilai Triliunan Rupiah:

Otorita IKN siap menggelar tender untuk proyek-proyek baru di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) dengan nilai mencapai Rp 3,4 triliun. Fokus utama tender ini adalah pembangunan jalan di zona KIPP 1A, 1B, dan 1C.

3. Investasi Swasta Terus Mengalir:

Selain APBN, investasi swasta juga menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pembangunan IKN.

Otorita IKN mengeklaim akan mendapatkan investasi sebesar Rp 132 triliun dari investor dalam negeri maupun asing, termasuk dari Malaysia dan China. Investasi ini akan dialokasikan untuk pembangunan jalan dan hunian.

4. Persiapan Pemindahan ASN Tahap Awal:

Pemerintah terus mempersiapkan pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke IKN. Setelah sekitar 500 pegawai Otorita IKN pindah pada Maret 2025, direncanakan sekitar 582 ASN dari berbagai instansi akan menyusul pada Juni 2025. Termasuk pegaria BIN.

5. Pembangunan Infrastruktur Dasar Terus Berjalan:

Pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan tol, istana kepresidenan, masjid, dan fasilitas air limbah terus dikebut oleh Kementerian PU. Beberapa proyek ditargetkan selesai pada Juni 2025.

6. Penataan Kawasan Sepaku:

Otorita IKN juga fokus pada penataan kawasan Sepaku agar tidak menjadi kawasan kumuh seiring dengan perkembangan IKN sebagai ibu kota baru. Proses tender untuk penataan ini juga akan dimulai.

7. Pembentukan Pemerintahan Daerah Khusus (Pemdasus) IKN:

Otorita IKN dan Kementerian Dalam Negeri sedang mempersiapkan pembentukan Pemdasus IKN sebagai langkah menuju ibu kota politik pada tahun 2028.

Koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terus dilakukan terkait inisiasi wilayah dan kode wilayah.

8. SMA Taruna Nusantara Akan Hadir di IKN:

Kabar baik bagi sektor pendidikan, SMA Taruna Nusantara direncanakan akan hadir di IKN dengan lahan yang cukup luas, mencapai 23,38 hektar.

9. Potensi Ekowisata dan Keanekaragaman Hayati:

IKN tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pelestarian lingkungan. Otorita IKN bahkan menyelenggarakan Bird Race pertama di Kalimantan untuk memperkenalkan keanekaragaman hayati IKN.

10. Pemanfaatan Bus Listrik untuk ASN:

Sebagai komitmen terhadap konsep smart and green city, ASN Otorita IKN yang telah pindah menggunakan bus listrik sebagai transportasi sehari-hari menuju kantor.

11. Aplikasi Layanan ASN Pindah ke IKN:

Untuk memudahkan proses administrasi pemindahan ASN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menyiapkan aplikasi khusus ASN Pindah ke IKN.

12. Dibukanya Kembali Kunjungan ke KIPP IKN:

Setelah sempat ditutup sementara untuk pemeliharaan, kunjungan masyarakat ke kawasan KIPP IKN kembali dibuka, menunjukkan antusiasme publik terhadap perkembangan ibu kota baru ini.

https://ikn.kompas.com/read/2025/04/27/120000487/fakta-fakta-terbaru-tentang-ikn-selama-april-2025

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com