Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ini Konsorsium Pimpinan Amerika, Bangun Rusun Rp 6 Triliun di IKN

Salah satu langkah besar dalam percepatan pembangunan infrastruktur IKN adalah keterlibatan konsorsium pimpinan Amerika Serikat yang akan membangun 20 tower rumah susun (rusun) dengan nilai investasi mencapai Rp 6 triliun.

Proyek ini merupakan bagian dari skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang digagas Otorita IKN untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat di ibu kota baru.

Konsorsium Pimpinan Amerika: Siapa Saja Mereka?

Konsorsium pimpinan Amerika Serikat ini terdiri dari perusahaan-perusahaan ternama, yakni PJ-IC International, Bee-Invest, Ozturk Holdings, dan Promec Joint Venture.

Mereka juga menggandeng mitra strategis dari Brunei, Turkiye, dan Spanyol, yang sekaligus menunjukkan kolaborasi internasional yang kuat untuk mendukung visi IKN sebagai kota cerdas dan berkelanjutan.

Konsorsium ini akan fokus membangun 20 tower rusun di kawasan IKN, yang diharapkan dapat menampung ribuan penghuni, termasuk ASN dan personel pertahanan keamanan (Hankam).

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, menyatakan bahwa keterlibatan konsorsium ini menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap pembangunan IKN.

“Masuknya konsorsium dari Amerika Serikat, bersama mitra dari Brunei, Turkiye, dan Spanyol, menunjukkan bahwa strategi pembiayaan melalui KPBU telah diterima positif oleh pasar global,” ujar Agung kepada Kompas.com, Sabtu (24/5/2026).

Pembangunan rusun merupakan salah satu prioritas utama di IKN untuk mendukung pemindahan ASN dan personel Hankam yang dijadwalkan mulai berlangsung secara bertahap sejak Maret 2025.

Selain konsorsium Amerika, konsorsium dari Korea Selatan yang dipimpin Samsung C&T dan PT Brantas Abipraya juga turut berpartisipasi dengan investasi Rp 6,3 triliun untuk membangun 21 tower rusun.

Total investasi dari kedua konsorsium ini mencapai Rp 12,3 triliun untuk 41 tower, menjadikan proyek ini sebagai salah satu proyek KPBU terbesar di IKN.

Agung menegaskan, dua konsorsium raksasa ini merupakan pemrakarsa baru di luar inventasi KPBU yang masuk sebelumnya.

Dengan masuknya dua konsorsium baru ini, maka total nilai proyek dengan skema KPBU tembus angka Rp 144,3 triliun.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menekankan bahwa pembangunan rusun tidak hanya untuk ASN dan Hankam, tetapi juga untuk masyarakat umum, mencerminkan visi IKN sebagai kota inklusif.

“Kami ingin IKN menjadi kota yang layak huni dan dicintai, tidak hanya untuk aparatur negara tetapi juga untuk rakyat,” ujar Basuki.

https://ikn.kompas.com/read/2025/05/27/082339487/ini-konsorsium-pimpinan-amerika-bangun-rusun-rp-6-triliun-di-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com