MIF 2025 yang diselenggarakan BI, Pemprov Kaltim, dan Otorita IKN berhasil meraup komitmen investasi yang diprakirakan mencapai $183,39 Juta atau setara Rp 2,98 Triliun.
Bukan sekadar jumlah, namun kualitas dan asal investor menunjukkan bahwa IKN telah berhasil mengalihkan fokus investasi global ke Kaltim, melampaui sektor-sektor konvensional.
Menurut Budi, ada tiga faktor kunci yang membuat investor asing mau membenamkan investasinya di sektor-sektor hijau berkelanjutan.
"Pertama adalah kepastian regulasi ditandatanganinya Keputusan Presiden (Keppres) terkait IKN yang memberikan jaminan hukum dan stabilitas jangka panjang bagi investasi," ujar Budi menjawab Kompas.com, Sabtu (11/10/2025).
Kedua, progres fisik nyata yang membuat investor dan delegasi asing mendapatkan kesempatan melihat dan mengalami langsung pembangunan di IKN, sehingga mengubah keraguan menjadi keyakinan.
Ketiga, visi superhub ekonomi yang monegasken prospek masa depan IKN dan Kaltim sebagai simpel pertumbuhan Asia di masa depan, didukung oleh potensi sumber daya yang luas.
Singkatnya, IKN memberikan narasi yang kuat bahwa investasi di Kaltim adalah investasi pada masa depan Indonesia yang modern dan berkelanjutan.
Sektor Berkelanjutan Mendominasi Minat Investasi
Minat investasi global tercermin dari padatnya 85 jadwal One on One Meeting (O3M) yang dihasilkan dari 8 proyek siap tawar (IPRO).
O3M ini menghasilkan 12 Letter of Intent (LoI) yang menunjukkan komitmen serius.
Sektor yang paling diburu adalah yang berorientasi lingkungan dan hilirisasi:
Tingginya minat pada Balikpapan Waste Management, termasuk dari investor global terkemuka seperti PT Nestle Indonesia, menunjukkan bahwa Kaltim tidak lagi identik dengan batu bara, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat investasi green economy (ekonomi hijau).
Peta Investor Global: Asia Timur dan Eropa Bersaing
Minat investasi datang dari berbagai penjuru dunia, mencerminkan daya tarik IKN yang bersifat universal.
Investor terbesar berasal dari China, Jepang, dan Korea Selatan, yang melihat Kaltim sebagai pintu gerbang strategis logistik dan industri masa depan.
Sementara, investor dari kawasan Eropa, termasuk Belanda dan Cekoslovakia, menunjukkan minat besar pada proyek-proyek ekonomi berkelanjutan, menegaskan standar ESG (Environment, Social, and Governance) yang diusung Kaltim.
Selain itu, LoI juga ditandatangani untuk proyek infrastruktur logistik strategis, seperti Loading-Unloading Facility Pelabuhan Penajam, melibatkan pemain besar seperti China State Construction Port Engineering Group.
Kredibilitas MIF 2025 sebagai platform investasi global diperkuat oleh kehadiran diplomatik tingkat tinggi.
Dihadiri oleh empat Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh dari negara sahabat yakni Bahrain, Pakistan, Kamboja, dan Palestina.
Kemudian Wakil Duta Besar Mesir dan Italia, serta Konjen Filipina, turut berpartisipasi.
"Kehadiran diplomatik ini, termasuk Duta Besar Kerajaan Kamboja yang menandatangani LoI untuk proyek Kaltim Industrial Estate dan Pelabuhan Penajam, menggarisbawahi bahwa investasi di Kaltim kini didukung penuh oleh hubungan bilateral yang erat," tuntas Budi.
https://ikn.kompas.com/read/2025/10/11/190000387/magnet-ikn-bikin-investor-global-kepincut-ini-sektor-yang-diminati