Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tol IKN Membeludak, Natal dan Haul Sekumpul Picu Kemacetan GT Manggar

Jalan Tol IKN yang saat ini masih dioperasikan secara fungsional terbatas terpantau mengalami lonjakan volume kendaraan yang sangat signifikan hingga menyebabkan antrean panjang, terutama di titik krusial Gerbang Tol (GT) Manggar.

Fenomena membeludaknya arus lalu lintas ini dipicu oleh perpaduan dua momentum besar.

Selain libur Natal, ribuan jamaah terpantau mulai bergerak menuju Kalimantan Selatan untuk menghadiri acara puncak Haul Sekumpul 2025 yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2025 di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Pada saat yang bersamaan, tren wisata ke kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN tetap menjadi daya tarik utama bagi pelancong lokal.

Lonjakan Kendaraan di Gerbang Tol IKN

Berdasarkan data lalu lintas pada 25 Desember 2025, arus kendaraan mulai merangkak naik sejak pagi hari.

Berikut adalah rincian data kendaraan yang melintas di dua gerbang operasional utama (Gate 11 dan Gate 12) dengan interval 60 menit:

Trafik Gate 12 (Utama):

  • 06:00 - 09:00 WITA: Stabil di angka 300-400 kendaraan/jam.
  • 11:00 - 12:00 WITA: Terjadi kepadatan awal dengan 307 kendaraan.
  • 12:00 - 14:00 WITA: Puncak Arus, melonjak tajam hingga 600 kendaraan/jam.

Total Kendaraan (06:00 - 16:00): 3.243 Unit.

Trafik Gate 11:

  • 09:00 - 11:00 WITA: Mulai meningkat ke angka 150 kendaraan/jam.
  • 13:00 - 15:00 WITA: Lonjakan Drastis, menembus 369 kendaraan/jam.

Total Kendaraan (06:00 - 16:00): 1.747 Unit.

Secara kumulatif, terdapat lebih dari 4.990 kendaraan yang berusaha menembus jalan tol ini dalam rentang waktu singkat, sementara kapasitas gerbang yang beroperasi awalnya sangat terbatas.

Kebijakan Non-Tapping

Kepadatan sempat memanjang hingga pukul 12.00 WITA akibat kendala teknis. Meskipun tol fungsional ini tidak dikenakan tarif (gratis), prosedur awal mewajibkan pengemudi melakukan tapping kartu elektronik.

Dengan hanya dua gerbang yang dibuka, proses ini memicu kemacetan yang mengekor cukup jauh.

Merespon situasi darurat tersebut, Kepala BBPJN Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, turun langsung ke lapangan pada pukul 13.00 WITA.

"Setelah melakukan pemantauan dan koordinasi cepat dengan PT Jasamarga Balikpapan Samarinda, diambil dua langkah strategis untuk mengurai kedacetan di gerbang tol tersebut," ujar Yudi kepada Kompas.com, Kamis (25/12/2025).

Yudi mengungkapkan, strategi tersebut mencakup penambahan lajur dengan membuka satu gerbang tambahan, sehingga total menjadi tiga gate yang beroperasi.

Selain itu, pihaknya juga menghilangkan kewajiban tapping kartu agar kendaraan dapat terus mengalir tanpa berhenti.

Kondisi Terkini: Arus Kembali Normal

Efektivitas kebijakan non-tapping tersebut terlihat instan. Data menunjukkan penurunan drastis volume kendaraan di area gerbang setelah pukul 14.00 WITA.

Tercatat pada pukul 14.30 WITA, antrean kendaraan telah terurai sepenuhnya dan arus lalu lintas kembali lancar.

BBPJN Kaltim tetap menghimbau para pengguna jalan untuk berhati-hati mengingat status jalan tol yang masih fungsional terbatas.

Pastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi jalur ini, terutama bagi jamaah Haul Sekumpul yang melakukan perjalanan lintas provinsi.

Kini, akses menuju IKN maupun jalur pintas menuju Kalimantan Selatan melalui Tol IKN terpantau normal dan siap melayani lonjakan arus balik libur akhir tahun.

https://ikn.kompas.com/read/2025/12/25/163554587/tol-ikn-membeludak-natal-dan-haul-sekumpul-picu-kemacetan-gt-manggar

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com