Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

DIPA Otorita IKN Rp 6 Triliun Resmi Turun, Ke Mana Uang Ini Mengalir?

Kepastian ini menyusul turunnya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Otorita IKN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai mencapai Rp 6 triliun.

Langkah strategis ini menandai pergeseran IKN dari fase pembangunan infrastruktur dasar menuju penguatan fungsi kota dan pusat pemerintahan yang lebih kompleks.

Untuk mengawal dana besar tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bergerak cepat melantik jajaran pejabat perbendaharaan yang akan menjadi garda terdepan pengelolaan keuangan negara.

Transparansi dan Bebas Benturan Kepentingan

Pelantikan para pejabat perbendaharaan yang meliputi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM), hingga Bendahara Pengeluaran dilaksanakan secara khidmat di Kantor Otorita IKN, Nusantara, pada Rabu (31/12/2025).

Dalam arahannya, sosok yang akrab disapa Pak Bas ini menekankan bahwa anggaran Rp 6 triliun bukan sekadar angka, melainkan amanah besar dari rakyat Indonesia.

Ia mewajibkan seluruh pejabat yang dilantik untuk menandatangani Pakta Integritas guna memastikan tata kelola keuangan yang akuntabel.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk membelanjakan uang negara dengan sebaik-baiknya. Maknai amanah ini dan hindarkan diri dari conflict of interest dalam setiap pengambilan keputusan,” tegas Basuki.

Struktur Pengelola Anggaran Otorita IKN 2026

Untuk memastikan penyerapan anggaran yang efektif dan tepat sasaran, Otorita IKN telah menetapkan struktur pengelola yang ramping namun profesional:

Struktur ini dirancang untuk mendukung pembangunan IKN sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang membutuhkan kecepatan eksekusi tanpa menabrak koridor peraturan perundang-undangan.

Ke Mana Alokasi Rp 6 Triliun Akan Mengalir?

Turunnya DIPA sebesar Rp 6 triliun pada awal tahun 2026 merupakan sinyal bahwa pemerintah ingin menghindari keterlambatan lelang dan pengerjaan fisik.

Fokus penggunaan anggaran tahun ini diprediksi akan mencakup beberapa sektor krusial.

Pertama, Operasional dan Pemeliharaan (O&M). Hal ini mengingat banyak fasilitas dasar (air, listrik, TPST) yang sudah 100 persen fungsional, anggaran akan banyak terserap untuk menjaga kualitas layanan kota.

Kedua, pemberdayaan masyarakat lokal sejalan dengan visi IKN yang inklusif, pendanaan akan difokuskan pada pelatihan dan pelibatan warga sekitar dalam ekosistem kota.

Ketiga, penguatan sistem smart city, di mana digitalisasi layanan pemerintahan dan keamanan kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP).

Ketiga, mendanai penyelesaian detail hunian dan fasilitas pendukung kehidupan perkotaan bagi ribuan ASN yang dijadwalkan pindah secara bertahap.

Optimisme di Titik "Point of No Return"

Dengan DIPA yang sudah di tangan dan perangkat pengelola anggaran yang telah dilantik, Otorita IKN kini memasuki fase efektivitas tinggi.

Tidak ada lagi hambatan administratif yang berarti untuk memulai kontrak-kontrak baru di tahun 2026.

Integrasi antara kepemimpinan Basuki Hadimuljono yang berpengalaman dalam infrastruktur dengan dukungan penuh kabinet di bawah Presiden Prabowo Subianto, menjadikan IKN sebagai proyek yang terus berlanjut.

Rakyat Indonesia kini menanti, bagaimana Rp 6 triliun ini akan dikonversi menjadi kemajuan fisik dan sosial yang merata di jantung Kalimantan.

https://ikn.kompas.com/read/2026/01/02/121728087/dipa-otorita-ikn-rp-6-triliun-resmi-turun-ke-mana-uang-ini-mengalir

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar