Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Komisi VI DPR: Pembangunan IKN Tahap II Harus Diawasi secara Ketat

Bukan sekadar memberikan restu politik, DPR RI kini menyoroti variabel-variabel krusial di balik kemegahan fisik bangunan: mulai dari mitigasi risiko, kualitas konstruksi, hingga inklusivitas sosial bagi masyarakat lokal.

Pada Kamis (29/01/2026), rombongan Komisi VI DPR RI melakukan tinjauan lapangan mendalam ke jantung IKN.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting bagi legislatif untuk membedah fakta di lapangan, memastikan bahwa visi besar smart forest city tidak mengabaikan prinsip akuntabilitas dan kelayakan huni.

Lebih dari Sekadar Perpindahan Geografis

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, dalam kunjungan perdana resminya, memberikan apresiasi atas progres masif yang telah dicapai.

Baginya, IKN adalah manifestasi dari strategi besar Indonesia untuk keluar dari pola pembangunan yang "Jawa-sentris".

“Kita senang sekali, ini pertama kali saya ke sini. Kita memang melihat bahwa pembangunan IKN ini tidak hanya mengganti pusat pemerintahan di Jakarta ke Kalimantan Timur, tapi lebih dari itu adalah pemerataan pembangunan, membangun kota masa depan, dan meningkatkan daya saing,” ujar Anggia.

Ia menambahkan bahwa posisi IKN yang berdiri di tengah hutan menjadikannya sangat relevan dengan isu keberlanjutan global.

Namun, Anggia memperingatkan bahwa kebanggaan atas konsep futuristik ini harus dibarengi dengan kesiapan faktual yang matang.

Audit Kelayakan dan Pengelolaan Risiko

Isu utama yang ditekankan oleh Komisi VI adalah mengenai standar kelayakan. DPR menegaskan bahwa kesiapan IKN tidak boleh hanya diukur dari visual gedung perkantoran yang megah, melainkan dari fungsionalitas dan keamanan jangka panjang.

Anggia menekankan, pengawasan harus mencakup spektrum yang luas, terutama karena skala proyek ini melibatkan anggaran dan sumber daya yang luar biasa besar.

"Nantinya kita tidak sekadar melihat kantor kita sudah ada, itu penting, tetapi kita juga harus melihat secara faktual. Harus diimbangi dengan pengawasan pengelolaannya, terkait risiko, komunikasi dengan masyarakat, dan kualitas bangunan," tegasnya.

Pertanyaan mendasar yang diajukan adalah apakah IKN benar-benar siap menampung ribuan ASN dan menjalankan roda pemerintahan secara efektif.

“Apakah ready, tidak hanya sekadar ready, tapi memang layak kita pindah ke sini,” tambahnya.

Sinergi dan Akuntabilitas

Setelah berdialog secara intelektual mengenai regulasi dan pendanaan, rombongan legislatif melanjutkan peninjauan ke titik-titik vital, termasuk Istana Garuda dan Kawasan Legislatif.

Peninjauan ini bertujuan untuk memvalidasi kualitas material dan struktur bangunan agar sesuai dengan standar kelas dunia yang dijanjikan.

Pengawasan dari DPR RI dianggap sebagai jangkar pengaman bagi Otorita IKN. Dengan adanya check and balance yang kuat, risiko kegagalan infrastruktur atau maladministrasi dapat diminimalisasi.

Fokus pada komunikasi dengan masyarakat lokal juga menjadi poin penting agar pembangunan IKN tidak menciptakan segregasi sosial, melainkan merangkul ekosistem sekitar.

https://ikn.kompas.com/read/2026/01/29/214545987/komisi-vi-dpr-pembangunan-ikn-tahap-ii-harus-diawasi-secara-ketat

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar