Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Transmigrasi di IKN Diarahkan Jadi Kawasan Produksi Pangan dan Energi

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, hal ini juga menyusul transmigrasi yang tidak lagi dipahami semata sebagai program perpindahan penduduk.

Salah satu pengembangan di bidang energi adalah kerja sama yang pernah dilakukan antara Kementerian Transmigrasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terkait pemanfaatan lahan Hak Pengelolaan (HPL) transmigrasi untuk penerbitan Hak Pakai eksplorasi sumur migas di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Sebanyak 13 sumur minyak dan gas (migas) baru, ditemukan di kawasan transmigrasi dekat Ibu Kota Nusantara (IKN).

Temuan itu menambah daftar sumur migas di Kutai Kartanegara yang sebelumnya telah dieksplorasi dengan jumlah sebanyak 79 sumur.

"Transmigrasi Alhamdulillah Insya Allah akan ikut menyumbang dalam swasembada energi untuk memenuhi kebutuhan minyak," kata Iftitah di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (04/04/2026).

Transmigrasi Jadi Kawasan Produktif

Selain itu, Iftitah menilai arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya swasembada pangan sejalan dengan paradigma baru program transmigrasi.

Ia mengatakan, kawasan transmigrasi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga energi berbasis potensi lokal.

Menurut dia, pengembangan kawasan tersebut perlu didukung oleh infrastruktur, teknologi, kelembagaan ekonomi, dan sumber daya manusia agar mampu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.

Oleh karena itu, petani dan nelayan memiliki peran penting dalam transmigrasi baru.

Kata Prabowo

Sementara Prabowo menegaskan bahwa petani dan nelayan memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada impor pangan dan kemerdekaan harus menghadirkan kesejahteraan bagi petani serta nelayan.

Ia juga menekankan bahwa setiap prajurit dan jenderal TNI harus selalu mengingat peran petani Indonesia.

Sebab, petani merupakan kelompok masyarakat yang berperan penting usai Indonesia memproklamasikan diri sebagai negara.

"Berarti begitu besar cintanya mereka terhadap negara dan bangsa Indonesia. Karena itu saudara-saudara, saya kira setiap prajurit, setiap jenderal harus selalu ingat, dan selalu dalam hatinya ingat peran yang begitu penting dari para petani dan nelayan Indonesia," ujar Prabowo dalam pidato acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

https://ikn.kompas.com/read/2026/06/27/065032987/transmigrasi-di-ikn-diarahkan-jadi-kawasan-produksi-pangan-dan-energi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar