Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Plaza Seremoni IKN Sabet Penghargaan Internasional dari Malaysia

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap kualitas desain lanskap Plaza Seremoni yang memadukan aspek estetika, fungsi ruang publik, serta prinsip pembangunan berkelanjutan.

Capaian ini turut memperkuat posisi IKN sebagai kota yang mengedepankan kualitas, estetika, dan keberlanjutan dalam pengembangannya.

Penghargaan tersebut juga mendukung visi IKN sebagai liveable and loveable city atau kota yang nyaman dan layak huni.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang menargetkan IKN menjadi Ibu Kota Politik pada 2028.

Adapun Plaza Seremoni berada di depan Istana Negara dan Istana Garuda serta menjadi bagian dari kawasan Sumbu Kebangsaan.

Dirancang sebagai Ruang Publik Inklusif

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan IKN sejak awal mengedepankan keseimbangan antara kualitas pembangunan, estetika, dan keberlanjutan.

"Kami memiliki 3 pilar dalam pembangunan IKN yaitu kualitas, estetika dan keberlanjutan," ujar Basuki, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (27/06/2026).

Selain menjadi kawasan untuk kegiatan kenegaraan, Plaza Seremoni dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas sosial, budaya, dan rekreasi.

Kawasan tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain amfiteater terbuka, jalur pejalan kaki, jalur pesepeda, area hijau, galeri UMKM, serta ruang komunal.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kota yang nyaman dan aktif digunakan masyarakat.

Terapkan Prinsip Ekologis 

Plaza Seremoni juga mengedepankan prinsip ekologis melalui pemanfaatan kontur alami lahan dan sistem tata air yang telah ada.

Pendekatan tersebut diterapkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memperkuat identitas IKN sebagai kota yang berkembang selaras dengan alam.

Sebelumnya, Plaza Seremoni bersama kawasan Sumbu Kebangsaan telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo pada 14 Agustus 2024.

Kawasan tersebut menjadi salah satu simbol transformasi Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia sekaligus representasi kota masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.

https://ikn.kompas.com/read/2026/06/27/170428487/plaza-seremoni-ikn-sabet-penghargaan-internasional-dari-malaysia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com